Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNewsPemerintahan

Pemdes Tarikolot Karantina Warganya Yang Jadi TKW

×

Pemdes Tarikolot Karantina Warganya Yang Jadi TKW

Sebarkan artikel ini

Citeureup, BogorUpdate.com
Dampak pendemi corona (Covid-19) dirasakan seluruh masyarakat baik perkotaan mauoun pedesaan. Sebagai proteksi penyebaran corona semua pendatang termasuk Tenaga Kerja Wanita (TKW) harus menjalani prosesi isolasi 14 hari di rumah isolasi yang disiapkan.

Seperti yang dialami sebut saja ED (39) yang baru saja pulang sebagai TKW dari negara Taiwan sejak 2005, Wanita muda ini tulus melakukan karantina di rumah isolasi milik Pemerintah Desa (Pemdes) Tarikolot Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor.

Sebelumnya, karena hasil test di Bandara negatif, namun ketua RT setempat tak mau ambil resiko dan khawatir warga menjadi resah, dan kebetulan orang tersebut juga mau ditempatkan di rumah karantina desa.

Untuk itu, ED rela tidak dapat bersama keluarganya yang sangat dirindukan. Ia baru Satu hari datang di desa kelahirannya dari luar negeri karena ingin berkumpul dengan sanak saudaranya mengingat akan datangnya hari raya Idul Fitri.

Dia pulang untuk dapat bertemu dengan keluarga yang dicintai. Seijin tuan rumahnya yang telah menerimanya sebagai pembantu rumah tangga selama 5 tahun, kemudian berpamitan pulang ke kampung halamannya di Desa Tarikolot Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor.

Dirinya rela dikarantina mentaati imbauan pemerintah. Dia pasrah kepada Allah, bahkan setiap jamnya hanya dapat melihat kegiatan tim gugus tugas desa yang berkegiatan di Posko Covid-19, yang berada persis di sebelah rumah isolasi yang ditempati sesuai aturan selama empat belas hari.

Selama itu, dia tidak bisa berkumpul dengan keluarganya yang sudah sangat dirindukannya. Dia bekerja di Taiwan juga demi menafkahi keluarganya.

Kepala Desa Tarikolot, Wawan Kurniawan mengatakan dalam upaya memutus mata rantai penyebaran corona, pihaknya berinisatif menyediakan satu rumah yang dijadikan Posko Gugus Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 guna menampung warga yang pulang dari beberapa daerah perantauan.

”Ini sesuai imbauan bupati dari mulai makan hingga tempat tidur dan penjagaan kami gratiskan semua,” katanya, Rabu (29/4/20).

Menurut WK sapaan akrabnya, TKW yang selama berada di rumah isolasi itu di karantina harus mematuhi aturan yang telah ditetapkan. Seperti tidak berinteraksi dengan keluarga kecuali ada keperluan mendesak. Namun tetap menjalankan protokol kesehatan.

“Yang ada di rumah isolasi nantinya hanya diperbolehkan ke luar halaman untuk berjemur. Dengan mengkehadirkan tim kesehatan baik dari Puskesmas atau Dinas Kesehatan, proses karantina berjalan sukses selama satu TKW hidup di rumah isolasi dengan harapan tidak mengalami gejala yang mengarah ke penyakit yang mematikan yang disebut virus corona,” paparnya.

Selain itu, WK juga mewajibkan seluruh warganya yang pulang dari perantauan untuk bertempat tinggal di rumah isolasi yang telah disediakan Pemerintah Desa Tarikolot.

”Alhamdulillah ada satu warga kami yang pulang dari perantauan di zona merah, saat ini yang mudah-mudahan dalam kondisi sehat di rumah isolasi yang kami sediakan,” pungkasnya. (Asep Bucek)

 

 

 

 

Editor : Endi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *