Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

Pemkab Bogor Tindak Lanjuti Akses Terputus di Buanajaya, Jembatan Menuju TPU Segera Dibangun

×

Pemkab Bogor Tindak Lanjuti Akses Terputus di Buanajaya, Jembatan Menuju TPU Segera Dibangun

Sebarkan artikel ini
UPT Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Wilayah X melakukan peninjauan langsung ke lokasi akses terputus menuju TPU Desa Buanajaya, Kecamatan Tanjungsari, pada Senin (10/11/2025). (Kenedi | Bogorupdate)

Tanjungsari, BogorUpdate.com – Menyusul viralnya pemberitaan di media sosial terkait terhambatnya prosesi pemakaman dua remaja yang tersambar petir akibat banjir di Desa Buanajaya, Kecamatan Tanjungsari, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui UPT Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Wilayah X melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Senin (10/11/2025).

Peninjauan tersebut turut didampingi oleh pihak Pemerintah Kecamatan Tanjungsari dan Pemerintah Desa Buanajaya.

Kegiatan dimulai dengan pengukuran titik lokasi rencana pembangunan jembatan rawayan yang akan menghubungkan Kampung Inpres dengan Kampung Gunung Carang akses utama menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Wangun.

Kepala Desa Buanajaya, Sudarjat, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian viral tersebut sekaligus mengapresiasi respon cepat Bupati Bogor Rudy Susmanto dan jajaran DPUPR yang langsung turun ke lapangan.

“Saya sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas viralnya kejadian kemarin. Tapi saya juga berterima kasih kepada Bapak Bupati dan semua pihak atas respon cepatnya yang sigap meninjau langsung ke lokasi,” ujar Sudarjat.

Menurutnya, Desa Buanajaya dilintasi Sungai Cimapag yang menjadi batas antar kampung. Terdapat empat titik yang membutuhkan jembatan penghubung; tiga di antaranya sudah terbangun, sementara satu titik lagi belum memiliki jembatan, yakni akses menuju TPU Dusun Wangun.

“Total ada empat akses yang membutuhkan jembatan penghubung antar kampung. Alhamdulillah, tiga jembatan rawayan sudah terealisasi, tinggal satu lagi yang belum,” jelasnya.

Sudarjat menuturkan, sebenarnya terdapat jalur utama menuju TPU Dusun Wangun yang luasnya mencapai dua hektare dan menjadi lokasi pemakaman umum warga secara turun-temurun.

Namun, jarak tempuh jalur utama tersebut mencapai lima kilometer, sedangkan melalui jalur pintasan di lokasi yang kini ditinjau hanya sekitar 350 meter, meski belum memiliki jembatan.

“Ada jalur utama, tapi jaraknya sekitar lima kilometer. Kalau lewat pintasan ini hanya sekitar 350 meter menuju TPU Dusun Wangun,” katanya.

Sudarjat berharap agar pembangunan jembatan rawayan di lokasi tersebut dapat segera direalisasikan, mengingat musim hujan telah tiba dan akses warga dikhawatirkan akan kembali terputus.

“Dana desa belum mampu membangun jembatan ini. Mudah-mudahan Pemerintah Kabupaten Bogor melalui dinas terkait bisa memberikan perhatian khusus. Karena ini sangat urgent, terutama untuk akses warga ke TPU saat musim hujan,” tutupnya. (Ken)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *