Bogor, BogorUpdate.com – PT Industri Kereta Api (INKA) menyatakan bakal mendukung rencana pembangunan tram di Kota Bogor. Badan Usaha Milik Negara ini (BUMN) bahkan siap melakukan rencana uji coba prototype Tram Batere INKA di kota tersebut.
Direktur Utama PT INKA Eko Purwanto mengatakan, proyek tram ini menjadi bagian dari visi besar Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam mengatasi kemacetan, mengurangi emisi karbon, serta meningkatkan kualitas layanan transportasi publik.
Untuk itu, pihaknya mendukung penuh rencana ini sekaligia memper langkah Kota Bogor menuju kota cerdas dan berkelanjutan.
Ia juga mengapresiasi dan menyambut baik lahirnya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2023 tentang transportasi publik. Menurut dia, regulasi tersebut menjadi landasan penting dalam pembangunan sistem transportasi modern yang terintegrasi dan berkelanjutan.
“Perda ini sangat visioner. Ini adalah langkah strategis untuk membangun kota modern yang mengedepankan konsep green and smart,” kata dia.
Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan bahwa tram ini direncanakan akan dilakukan pada akhir 2026, dengan satu titik rute, yakni melintasi kawasan Alun-alun Bogor dari Skybridge hingga MA Salmun di sepanjang Jalan Nyi Raja Permas.
Ia pun mengapresiasi komitmen PT INKA yang secara konsisten mendukung pengembangan sistem transportasi perkotaan di Kota Bogor sejak awal wacana digulirkan.
“Dukungan sejak awal hingga saat ini menunjukkan bahwa apa yang sedang kita bangun bersama bukan sekadar mimpi, tetapi masa depan transportasi Kota Bogor yang hijau dan pintar,” imbuh dia.
Pemkot Bogor mempercepat proyek pembangunan trem agar bisa beroperasi. Langkah ini ditandai dengan mempersiapkan Peraturan Wali Kota (Perwali) dengan menugaskan Perumda Trans Pakuan (PTP) untuk membangun proyek tersebut.
Tram ini nantinya akan terintegrasi dengan LRT Jabodebek di mana Pemerintah Pusat tengah menyiapkan perpanjangan rute LRT Jabodebek dari Stasiun Harjamukti Cibubur menuju kawasan Baranangsiang Bogor.
Transportasi publik ini juga nantinya akan dilengkapi dengan empat koridor. Koridor trem pertama akan dibangun sejauh 7,1 km mulai dari kawasan Baranangsiang, Jalan Otista, Jalan Ir H Juanda, Jalan Kapten Muslihat, Alun-alun Bogor atau Taman Ade Irma Suryani, Sawojajar, kembali lagi ke Sempur, dan berakhir di Baranangsiang.
Sementara itu ada 8 halte yang akan dibangun yaitu Halte Jalan Suryakencana, Halte Bogor Trade Mall (BTM), Halte Jalan Paledang, Halte Alun-Alun Bogor, Halte Sempur, Halte Lippo Kebun Raya Bogor, Halte Rumah Sakit PMI, dan Halte Baranangsiang.
Sedangkan untuk Koridor 2 akan menghubungkan Warung Jambu dan daerah Pengadilan dengan total 10 halte. Di Koridor 3, menghubungkan Warung Jambu dan Lippo Plaza dengan total 12 halte. Lalu terakhir Koridor 4 akan menghubungkan Terminal Baranangsiang dan Plaza Ekalokasari dengan total 12 halte.(ayu)







