Bogor, BogorUpdate.com, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) dan Bulog, menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Gerakan pangan murah ini diadakan secara serentak di enam Kecamatan yang ada di Kota Bogor.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan bahwa kegitan ini disediakan dua ton beras untuk masing-masing kecamatan. Menurut dia, lewat program ini pihaknya ingin memastikan kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi.
“Cadangan pangan aman, kebutuhan terpenuhi, dan ini kewajiban pemerintah untuk menyalurkan ketika terjadi fluktuasi,” kata dia.
Dalam kesempatan ini, ia mengungkapkan bahwa inflasi Kota Bogor dalam stabil. Tetapi, meski begitu kondisi itu tetap harus dijaga sehingga tidak ada peningkatan inflasi.
Dari indikator GPM terlihat daya beli masyarakat cukup tinggi untuk memperoleh bahan pangan yang dibutuhkan. Selain itu, kondisi antrian semua berjalan normal.
Sementara, Kepala DKPP Kota Bogor Dody Ahdiat, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan arahan langsung dari Kemendagri agar seluruh kabupaten kota di Indonesia melaksanakan GPM.
Sebab saat ini stok cadangan pangan di Indonesia sudah cukup melimpah, sehingga perlu disalurkan kepada masyarakat.
“Semua bergerak, termasuk Kota Bogor di enam kecamatan. Jadi semua mengadakan Gerakan Pangan Murah, tidak hanya beras SPHP, tapi kita juga ada minyak murah, bawang murah, cabai murah, dan gula,” ujarnya.
Selain GPM dari pusat, Kota Bogor juga rutin menggelar operasi pasar murah yang tujuannya mengendalikan inflasi dan menjamin ketersediaan dan kebutuhan masyarakat terjaga.
Ini juga merupakan arahan langsung dari Menteri Pertanian untuk menciptakan ekosistem pertanian yang sehat dan perdagangan yang sehat.
“Jadi ini memang harus dibangun dari hulu ke hilir, dari kabupaten kota, dari tingkat petani, penjual, hingga konsumen,” imbuh dia.(ayu)













