Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNewsPemerintahan

Pemkot Bogor Mulai Bangun Jalur Sementara Khusus Motor di Batutulis

×

Pemkot Bogor Mulai Bangun Jalur Sementara Khusus Motor di Batutulis

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat meninjau lokasi pembangunan jalur khusus motor di Batutulis.

Bogor, BogorUpdate.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai mengerjakan proyek pembangunan jalur khusus sementara bagi sepeda motor di jalan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan.

Proyek ini merupakan merupakan salah satu solusi tanggap darurat paska longsor yang terjadi di daerah tersebut.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan bahwa jalur sementara ini menjadi prioritas karena sangat dibutuhkan masyarakat.

Menurut Dedie, pembangunan jalan alternatif ini nantinya dilengkapi dengan pemasangan rambu dan sistem pengamanan untuk menjamin keselamatan pengguna jalan.

“Pengerjaan jalur khusus sepeda motor ini ditargetkan selesai dalam waktu 14 hari kerja,” kata dia kepada awak media, kemarin (3/7/2025).

Ia juga mengatakan, meski sifatnya sementara jalur khusus motor ini dibangun dengan standar keamanan yang tetap diperhatikan secara teknis.

“Ini bentuk komitmen Pemkot Bogor untuk hadir dan bergerak cepat dalam memberikan solusi nyata atas permasalahan infrastruktur yang berdampak langsung pada masyarakat,” ujar Dedi.

Selain jalan Batutulis, Pemkot Bogor juga melanjutkan pembangunan Jalan R3, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur.

Menurut Dedie, betonisasi jalan sepanjang 350 meter dari Katulampa Bulet hingga Katulampa Ciliwung akan dikerjakan tahun ini.

Selain betonisasi, proses pembebasan lahan akan terus dilakukan secara bertahap hingga ke wilayah Wangun-Tugu Kuntum, melalui Sindangrasa. Total luas lahan yang belum dibebaskan diperkirakan mencapai 1,47 hektar.

“Mudah-mudahan keuangan daerahnya sehat dan bisa kita alokasikan untuk pembebasan lahannya,” kata mantan wakil wali kota Bogor ini.

Menurut dia, Jalan R3 sangat penting untuk menunjang mobilitas warga dan konektivitas antarwilayah di Bogor.

Jalan ini, terang dia, akan menjadi alternatif bagi kendaraan dari arah Puncak dan Sukabumi agar tidak perlu lagi menembus kawasan Tajur dan Pajajaran.

“Kalau ini terwujud, maka beban jalan Tajur yang selama ini langsung menusuk ke Pajajaran bisa diurai. Masyarakat yang datang dari wilayah Puncak, Sukabumi tidak perlu masuk ke Sisesa, tapi bisa langsung ke Warung Jambu,” imbuh dia.

Selain itu, ia menyoroti rencana pembangunan jembatan dua jalur di atas Sungai Ciliwung yang menjadi bagian krusial dari proyek ini. Jembatan tersebut diproyeksikan memiliki lebar 32 meter dan bentangan lebih dari 60 meter.

“Tantangan kita adalah membangun jembatan dengan lebar 32 meter dan bentangan lebih dari 60 meter. Itu tentunya butuh anggaran yang tidak sedikit. Maka kita sedang review DED-nya,” pungkasnya.(ayu)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *