Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

Penentuan Ibu Kota Bogor Timur Masih Dibahas, KKR Botim Siap Dukung Keputusan Pemerintah

×

Penentuan Ibu Kota Bogor Timur Masih Dibahas, KKR Botim Siap Dukung Keputusan Pemerintah

Sebarkan artikel ini

Jonggol, BogorUpdate.com – Penentuan lokasi ibu kota untuk Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Bogor Timur terus menjadi pembahasan hangat di tengah masyarakat.

Hal ini mencuat dalam acara silaturahmi dan syukuran perpindahan kantor Komite Kedaulatan Rakyat (KKR) Bogor Timur yang kini resmi berkantor di Jalan Raya Transyogi Jonggol, Kampung Kujang, Desa Jonggol, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor.

Acara tersebut dihadiri berbagai tokoh penting, termasuk Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor yang juga pembina KKR Bogor Timur, Beben Suhendar, serta Sekjen DPP Presidium Bogor Timur Alex Slamet Riyadi, dan tokoh pemuda serta agama lainnya.

Beben Suhendar menegaskan bahwa sejumlah wilayah tengah dipertimbangkan sebagai calon ibu kota Bogor Timur, antara lain Jonggol, Sukamakmur, dan Cileungsi.

“Jonggol memiliki nilai historis dan budaya Sunda yang kuat, serta potensi sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi. Namun, tentu ada pertimbangan lain seperti kekhawatiran hilangnya lahan pertanian,” ujar Beben.

Selanjutnya Ia menambahkan bahwa Sukamakmur juga menjadi alternatif kuat karena peningkatan aksesibilitas, khususnya dengan kehadiran Jalan POJ yang menghubungkan Jonggol dengan Sukamakmur.

Sedangkan Cileungsi dinilai strategis dari sisi pertumbuhan ekonomi dan kepadatan penduduk yang tinggi.

Beben menyebut, Bupati Bogor telah berjanji akan menetapkan titik ibu kota sebelum moratorium pemekaran daerah dicabut oleh pemerintah pusat.

Sementara itu, Ketua KKR Bogor Timur, Drajat Sudrajat, menegaskan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya penentuan ibu kota kepada pemerintah.

“Bagi kami, lokasi ibu kota bukan masalah. Yang terpenting adalah proses pemekaran Bogor Timur bisa segera terwujud. Di mana pun titiknya, KKR Botim akan mendukung sepenuhnya,” tegasnya.

Lebih lanjut Drajat menyebut acara hari ini juga menjadi ajang silaturahmi pengurus KKR sekaligus syukuran atas pindahnya kantor dari Cariu ke Jonggol, yang diharapkan dapat lebih memudahkan koordinasi dalam perjuangan pemekaran.

“Insya Allah kami bersama masyarakat dan DPRD akan terus mengambil langkah-langkah strategis untuk mengawal proses ini. Kami ingin kebijakan dari pemerintah pusat maupun daerah bisa bersinergi dengan kami agar Bogor Timur bisa segera mekar,” katanya.

Ia juga sebut, mayoritas masyarakat Bogor Timur disebut sudah satu suara: mendukung segala kebijakan yang dianggap mempercepat proses pemekaran, termasuk lokasi ibu kota.

“Langkah tercepat adalah langkah terbaik. Yang penting tetap berada di wilayah Bogor Timur dan mampu mendorong percepatan pemekaran, kami siap mendukung,” tutup Drajat.

Pemekaran Bogor Timur dan Bogor Barat memang sudah lama menjadi wacana dan program unggulan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Namun, langkah ini masih menunggu pencabutan moratorium dari pemerintah pusat. Meski begitu, upaya percepatan terus dilakukan, termasuk penyusunan blue print dan penganggaran pembangunan infrastruktur.

Dengan semangat kolaboratif antara masyarakat, legislatif, dan eksekutif, harapan akan terbentuknya Kabupaten Bogor Timur sebagai DOB kian nyata. Kini, tinggal menunggu waktu dan restu dari pemerintah pusat. (Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *