
BogorUpdate.com – Peningkatan jalan Tajurhalang susukan yang di garap PT Artha Guna Mandiri saat ini tidak berjalan atau mengkrak. Akibatnya, warga dan pengguna jalan mulai mengeluhkan berhentinya proyek senilai Rp 2,3 miliar tersebut.
Keluhan warga dan pengguna jalan ini karena jalan dengan spesifikasi beton itu baru dikerjakan sekitar 20 persen. Ironisnya, masa pengerjaan proyek tersebut sudah habis di akhir November.
Untuk di ketahui, proyek tersebut dikerjakan dalam waktu 90 hari kalender terhitung sejak 29 Agustus lalu.
Sementara dengan volume pekerjaan yang hanya 20 persen, lalu lintas kendaraan umum menjadi terhenti meski jalan itu menjadi akses utama bagi warga dan pengguna jalan.
“Kita ini jadi repot kemana mana karena kerjaan beton berhenti, ” ini gimana ya kontraktornya,” ujar Asat, salah satu warga, Senin (3/12/11).
Menurutnya, pengguna jalan harus memutar jauh kalau mau menuju arah Bojong gede atau wilayah lain di seputar Pemda. Sementara, banyak pengguna jalan yang harus putar balik karena tidak tahu akses lain kalau mau menuju arah Tajur halang atau sebaliknya.
Usep, warga lain menjelaskan, dari awal pengerjaan betonisasi jalan Tajurhalang susukan itu sudah tidak beres. Sebab kadang di kerjakan kadang terhenti dalam waktu lama.
“Dulu antara bikin pondasi sampai beton aja lama, ada 20 harian. Dan sekarang jadi repot karena begitu di beton sedikit terus berhenti, jalanan jadi buntu nga bisa kemana mana,” ujarnya
Usep berharap Pemda ikut campur tangan karena aktivitas warga saat ini benar benar berhenti karena betonisasi berhenti. (Eft/Kur)
Editor : Tobing







