Sukamakmur, BogorUpdate.com
Tingginya angka buta huruf akibat pernikahan dini di desa Cibadak Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor, membuat Jurusan Pendidikan Masyarakat Universitas Negeri Jakarta melakukan aksi nyata dengan menurunkan tim pendampingan pemberantasan buta huruf.
Tim tersebut tergabung dalam Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) yang dikemas dalam bentuk pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan keaksaraan fungsional berbasis kesehatan reproduksi di desa Cibadak.
“Kami mengajukan tim untuk diturunkan ke desa Cibadak yang kami nilai penting karena penyebab buta huruf karena pernikahan dini antara usia 15-18 tahun karena kurangnya pemahaman kesehatan reproduksi di kalangan remaja,” ujar Doktor Karta, Ketua Jurusan Program Studi Pendidikan Masyarakat Fakultas Ilmu Pendidikan UNJ kepada wartawan, kemarin.
Menurut Karta, pendampingan antara program pemberantasan buta huruf dan kesehatan reproduksi perlu disandingkan di tengah masyarakat. Program ini berjalan sejak awal Oktober 2021.
“Bersama pihak desa dan perangkat kecamatan Sukamakmur, kami telah bermitra termasuk juga dengan DP3AP2KB kabupaten Bogor untuk terus mengawal program keaksaan dan pendidikan kesehatan reproduksi bagi remaja. Kami berharap program ini dapat terus diminati warga Bogor demi kesejahteraan yang lebih baik,” tandas Karta.
Sementara itu salah satu peserta mengaku sangat tertarik dengan program itu. Sebut saja Sarifudin (19) mengaku ingin menyampaikan hasil pelatihan dan pendampingan dari UNJ kepada rekan dan sahabatnya agar terhindar dari penikahan dini.
“Saya senang sekali bisa ikut pendampingan ini. Saya berharap dapat ikut serta dalam pendampingan berikutnya agar teman-teman saya bisa ikut dan memahami pentingnya kesehatan reproduksi,” kata Udin
