Bogor, BogorUpdate.com, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali menegaskan akan melakukan relokasi pedagang kaki lima (PKL) yang ada di sekitaran Alun Alun Kota Bogor. Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, sehari setelah melakukan bersih-bersih di tempat tersebut.
Menurut dia, pemkot telah menganggarkan untuk penataan dan relokasi PKL disejumlah titik pada tahun ini, salah satunya Alun Alun Kota Bogor. Menurutnya, penataan kawasan ini perlu dilakukan karena telah mengganggu fungsi ruang publik.
Selain itu, keberadaan PKL disebutnya menjadi salah satu penyebab trotoar licin, akibat sisa minyak dari pedagang, dan sampah. “Nantinya para pedagang akan direloksi ke Nyi Raja Permas. Tempat ini akan dimanfaatkan untuk relokasi seluruh pedagang yang saat ini berada di Jalan Dewi Sartika atau Alun-Alun,” kata dia.
Berdasarkan data Dinas UMKM Kota Bogor, setidaknya ada sekitar 320 PKL yang akan dikurasi. Namun, kata dia, jumlah tersebut masih bisa bertambah mengingat banyak pedagang yang memiliki lebih dari satu lapak.
Ia juga menyampaikan, pemkot menargetkan proses lelang sarana PKL dan relokasi dapat tuntas dalam tahun ini. “Jalan Nyi Raja Permas ini jalurnya cukup panjang dan luas, minimal bisa menampung sekitar 500 PKL, khususnya sektor kuliner. Masyarakat yang keluar dari stasiun kereta api bisa diarahkan ke zona PKL di belakang alun-alun,” jelasnya.
Selain PKL, Pemkot Bogor juga mengkaji rencana relokasi shelter ojek online. Jenal mengaku telah berkomunikasi dengan Wali Kota Bogor untuk membuka peluang renegosiasi nota kesepahaman (MoU) terkait titik shelter.
“Harapannya, shelter Gojek dan Grab bisa dipindahkan agar Jalan Dewi Sartika tidak lagi menjadi pemicu parkir liar dan berjualan liar, penumpang juga bisa langsung menuju zona PKL dan menikmati kuliner,” ujarnya.(ayu/*)






