
BogorUpdate.com – Setelah memasuki hari ke 7 sejak terjadi bencana, posko utama bencana alam puting beliung di eks PT IMMI Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan ditutup sesaat setelah dikunjungi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Sabtu (15/12/18).
Tim Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan para relawan membongkar tenda, dapur umum serta membawa peralatan juga logistik dari posko utama.
Koordinator tim penanggulangan bencana Hanafi mengatakan, mulai hari ini posko utama ditutup, hal itu dikarenakan darurat bencana diberlakukan selama tujuh hari. Waktu tujuh hari oleh tim digunakan pembenahan wilayah yang terdampak bencana.
“Kami sudah melakukan pembersihan, pendataan atau mapping rumah warga yang terdampak. Jadi jumlahnya sudah dikantongi evakuasi pohon serta puing-puing sudah dilakukan,” kata Hanafi.
Menurut Hanafi, selama posko dibuka kebutuhan pangan korban terpenuhi, selain dana yang bersumber dari pemerintah juga ada donatur yang menyumbang bahan makanan, termasuh bantuan dari Aparatur Sipil Negara (ASN).
Bahkan lanjut dia, selama darurat bencana, ada dari Universitas Indonesia (UI) ikut menjadi relawan dalm hal pembenahan psikologis bagi anak-anak yang wilayahnya terdampak.
Masih kata dia, saat ini pihak kecamatan juga telah mendata mana yang mengalami kerusakn dan mana yang tidak terdampak.
“Seharusnya pembubaran atau penutupan dilaksanakan hari Kamis kemarin, karena sudah dijadwalkan ada kunjungan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil maka diundur pada hari Sabtu.Jadi diperpanjang dua hari hingga Sabtu, saat ini kami langsung tutup posko,” tambahnya.
Hanafi juga mengatakan, melihat kondisi saat ini perekonomian Bogor Selatan sudah berjalan. Kebutuhan warga sudah ditangani saat darurat bencana, sampai saat ini warga Kota Bogor juga ada yang membantu uang tunai ke posko juga hingga dikumpulkan di Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor.
“Ada juga yang langsung, seperti dari komunitas Bogor sudah Rp600 juta, hal ini sangat membantu untuk pemulihan. Saat ini juga masih ada korban yang disewakan rumah, lantaran rumahnya dalam tahap perbaikan. Datanya masih dihitung oleh Camat dan BPBD Kota Bogor,” pungkasnya. (As)
Editor : Tobing







