
Cigombong – BogorUpdate.com
Ratusan warga penggarap pemilik bangunan di lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang terkena proyek jalur ganda (double track) memadati kantor Pemerintah Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (3/07/18). Menurut Kepala Desa (Kades) setempat, kedatangan warga itu untuk melengkapi persyaratan administrasi, sebelum penyerahan dana kerohiman.
“Warga yang hadir ini para penggarap yang memiliki bangunan di lahan PT KAIÂ yang terkena pembebasan proyek double track. Kedatangan warga memenuhi undangan untuk melengkapi berkas persyaratan administrasi, dimana warga menandatangani pernyataan yang isinya menerangkan bahwa warga tersebut telah menggarap lahan dimaksud selama lebih dari sepuluh tahun”, jelas Kades Wates Jaya, Rudi Irawan.
Jumlah warga penggarap yang memiliki bangunan di lahan milik PT KAI di wilayah kerjanya, lanjut Rudi, tercatat sebanyak 127 kk, yang tersebar di wilayah Rw 2, 3, 7 dan 8. “Jadi, untuk warga penggarap yang tidak memiliki bangunan di lahan garapan milik PT KAI tidak akan mendapat dana santunan kerohiman”, tandas Rudi.
Sebagai tambahan informasi,
Pemerintah menganggarkan sekitar Rp 170 miliar untuk pembangunan proyek ganda (double track) Cigombong-Cicurug tahun ini. Sebanyak Rp 13 miliar dari angka itu digunakan untuk program padat karya agar masyarakat dapat ikut bekerja dan mendapatkan penghasilan harian.
“Agar masyarakat itu bisa ikut bekerja dan mendapatkan penghasilan harian,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangan tertulisnya saat meninjau program padat karya pada jalur ganda Sukabumi-Bogor Rabu (4/04/18) lalu. Budi didampingi oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut Agus Purnomo, Direktur Prasarana Perkeretaapian Zamrides, dan Direktur Sarana Perkeretaapian Makjen Sinaga.
Menurut Budi, program padat karya memberikan penghasilan bagi masyarakat setempat. Program itu juga mendidik masyarakat untuk bekerja, sehingga dapat hidup produktif.
Jalur ganda Cigombong-Cicurug memakan total biaya Rp 170 miliar. Jalur sepanjang tujuh kilometer itu ditargetkan selesai Desember 2018. Di tengah pembangunan, pemerintah memotong daerah berbukit dengan kedalaman hampir 11 meter.
Proyek jalur ganda Cigombong-Cicurug merupakan awal dari pembangunan jalur ganda Sukabumi-Bogor. Pemerintah menargetkan jalur ganda Sukabumi-Bogor selesai 2020 dengan total anggaran Rp 1 triliun. (Raden)
Editor : Endi







