Kota Bogor, BogorUpdate.com – Produktivitas kakao terus alami penurunan selama 5 tahun terakhir, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Cocoa Sustainability Partnership (CSP) berkolaborasi melakukan penanganan.
Ketua Dewan Anggota CSP, Ismet Khaeruddin mengatakan bahwa pihaknya siap berkolaborasi bersama BRIN untuk melakukan pengembangan kebun induk dan benih unggul kakao nasional.
“Sudah 5 tahun ini ada tren penurunan kakao kita, karena ada kerusakan pada kebun,” ujar Ismet Khaeruddin kepada wartawan di Gedung Kusnoto BRIN, Jalan Juanda Kota Bogor, Rabu, (6/8/2025).
Ismet menyebut, masalah utama merosotnya produktivitas kakao disebabkan oleh keterbatasan bahan tanam unggul.
“Salah satu masalah utama adalah keterbatasan bahan tanam unggul, kita ingin memperbaiki kebun-kebun petani kakao yang saat ini sebagian besar sudah tidak produktif,” ucapnya.
Berdasarkan hasil riset bersama salah satu Universitas di Sulawesi, Ismet menemukan bahwa 69 persen kebun berada dalam kondisi rusak sedang hingga berat.
Sedangkan 50 persen lainnya, kondisi kebun sudah tidak bisa berproduksi.
Sementara itu, Kepala Pusat Riset Tanaman Perkebunan BRIN, Setiari Marwanto siap mendukung sektor kakao secara menyeluruh yang saat ini terus alami penurunan.
“Sebagai lembaga riset nasional, BRIN tentu saja memiliki pembangunan untuk membantu pembangunan kakao dari segala sisi,” tutur Setiari Marwanto.
Menurut Setiari, sejumlah benih unggul nantinya akan diujicobakan di berbagai daerah dan siap diperluas pendistribusiannya.
“Kebun yang sudah tidak produktif atau rusak akibat penyakit tanaman perlu segera diremajakan menggunakan bahan tanam unggul. Ini saat yang tepat untuk rehabilitasi,” pungkasnya.
(Erwin)







