Lifestyle, BogorUpdate.com
Sejarah kegemilangan Islam yang telah terkenal di seluruh penjuru bumi hingga hari ini, satu di antaranya bermula dari masjid. Melalui perkembangan zaman, masjid hakikatnya tidak saja sebagai tempat ibadah ruhiyah individu, namun juga lebih dari itu.
Hal ini mendorong Masjid Al Hurriyah IPB University bersama dengan Asosisasi Masjid Kampus Indonesia (AMKI) dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) menyelengarakan Kajian Daring (Kanda) Ramadhan Legendary Talk dengan tema “Peran Masjid Kampus dalam Pencapaian SDGs di Indonesia” yang diselenggarakan melalui Zoom, Selasa (20/04/21).
“Tugas kita adalah mendidik anak bangsa. Masjid merupakan salah satu wadah pendidikan bagi anak-anak didik kita. Oleh sebab itu, Asosiasi Masjid Kampus Indonesia memiliki empat tujuan. Yakni menjadikan masjid kampus sebagai tempat ruhani, menjadikan masjid sebagai teladan dan pelopor perubahan, menjadi tempat dalam mengkader pemimpin, dan membina adanya kerjasama antara lembaga, baik secara nasional maupun internasional,” ungkap Dr Syarif Hidayat, Wakil Ketua Umum Asosiasi Masjid Kampus Indonesia.
Dalam Kanda Ramadhan kali ini, materi utama disampaikan oleh Rektor IPB University, Prof Arif Satria. Dalam penyampaiannya, Prof Arif memaparkan tentang keteladanan yang bisa ditiru dari Rasulullah.
“Dalam menyampaikan pesan, ada faktor kepercayaan yang akan berkaitan dengan integritas dan kemampuan yang akan menghasilkan kredibilitas. Kekuatan amanah membuat pesan yang kita sampaikan tidak bisa sehingga dapat mengubah perilaku. Amanah menjadi modal untuk menginspirasi dan berkomunikasi. Inspirasi akan mampu menggerakkan orang pada kemajuan. Inspirasi Rasulullah datang dari wahyu dan inspirasi kita datang dari Rasulullah,” terangnya.
Sementara itu, terkait hubungan antara Sustainability Development Goals (SDGs) dengan masjid, Prof Arif mengatakan bahwa hal ini dapat diwujudkan melalui hablum minallah (hubungan dengan Allah), hablum minannas (hubungan dengan manusia) dan hablum minal ‘alam (hubungan dengan alam). Hal ini beberapa di antaranya terwujud dari bagaimana masjid berupaya memberikan solusi dari beberapa nilai SDGs seperti Zero Hunger (nol kelaparan) dan No Poverty (tanpa kemiskinan).
“Masjid memiliki peran yang sangat penting. Pertama, memiliki peran edukasi kepada diri sendiri kemudian publik, lalu setelah itu adalah peran transformasi sehingga masjid akan menjadi kekuatan peradaban, karena masjid memiliki solusi untuk kamajuan. Jadi sekali lagi, masjid bukan hanya sekedar sekedar bangunan fisik, melainkan bangunan spiritual, ruhani dan bangunan sosial,” terang Prof Arif yang juga sebagai Ketua Forum Rektor 2021.
Pada akhirnya, masjid menjadi sebuah sumber perubahan yang memiliki daya transformasi yaitu cita-cita yang mengarah pada kemajuan. “So to the masjid be one of the pillar in penyelesaian masalah-masalah sosial ekonomi masyarakat dan masalah alam. Jika ini terjadi, maka pada hakikatnya ketika masyarakat sejahtera, alam lestari dan teknologi maju, peradaban,” katanya. (ipb/bu)
