Bogor RayaHomeHukum & Kriminal

Proyek Peningkatan Jalan Tajur Halang-Susukan “Janggal”

 

BogorUpdate.com – Penegak hukum diminta menelisik kejanggalan proyek peningkatan jalan Tajur Halang-Susukan kabupaten Bogor. Pasalnya, PT Artha Guna Mandiri (AGM) sebagai pelaksana mengerjakan dua ruas jalan berbeda dengan satu mata anggaran.

 

Proyek yang di danai APBD Pemda Bogor itu dianggarkan Rp 2,3 miliar. Dengan anggaran itu, AGM berkewajiban untuk melakukan betonisasi ruas jalan sepanjang 1000 meter atau 1 km.

 

Anehnya, peningkatan jalan tersebut tidak dilakukan dalam satu ruas. Namun di pecah dua yakni ruas pertama 500 meter dan ruas jalan berbeda 500 meter.

 

Seperti di beritakan sebelumnya, satu ruas betonisasi sepanjang 500 meter yang di garap AGM, saat ini dalam kondisi mangkrak. Pengerjaan jalan itu terhenti sejak awal bulan Desember lalu. Sedangkan masa waktu peningkatan jalan Tajurh Halang-Susukan telah berakhir bulan November.

 

Penggiat LSM, Rahmatullah kepada wartawan mengatakan, paket proyek Tajurhalang susukan salah satu dari beberapa pekerjaan di lingkup Kabupaten Bogor yang di duga bermasalah.

 

Karena itu, aparat hukum harus mulai menelisik proyek yang di duga bermasalah tersebut.

 

“Dan khusus proyek peningkatan jalan Tajurhalang-Susukan, saya sendiri baru mendengar ada satu mata anggaran bisa untuk membangun dua ruas jalan berbeda, aparat hukum harus masuk apalagi proyek ini belakangan berhenti dan mendapat keluhan masyarakat,” ujarnya, Kamis (13/12/18).

 

Senada dengan Rahmatullah, salah satu pengusaha di Kabupaten Bogor yang enggan namanya di sebut juga mengaku bingung ada satu proyek jalan bisa mengerjakan dua ruas berbeda.

 

Sedangkan kepala UPT Jalan dan Jembatan Cibinong, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Agus Apuy beberapa waktu lalu membantah pekerjaan peningkatan itu bermasalah. Sebab dengan satu mata anggaran pelaksana proyek bisa mengerjakan peningkatan dengan ruas berbeda.

 

Terkait mangkraknya pengerjaan satu ruas jalan di desa Nanggerang, Agus mengakui jika pelaksana proyek kehabisan dana untuk melanjutkan.”Saya belum tahu kapan di lanjutkan cuma katanya secepatnya akan di kerjakan,” ujarnya.

 

Sementara itu, ruas jalan yang di garap AGM di desa Nanggerang hingga saat ini belum ada tanda-tanda di teruskan meski baru berjalan sekitar 30 persen.

 

Tak heran kalau banyak warga dan pengguna jalan mengeluh. Sebagian besar jalan tidak bisa di lalui, padahal ruas jalan desa Nanggerang menjadi salah satu akses utama yang menghubungkan masyarakat ke beberapa wilayah penting seperti Cibinong dan sekitarnya. (Eft/Kur)

 

 

 

 

 

 

Editor : Tobing

Exit mobile version