Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

PTPN 1 Gencarkan Penanaman Pohon Kayu Keras untuk Cegah Longsor di Jawa Barat

×

PTPN 1 Gencarkan Penanaman Pohon Kayu Keras untuk Cegah Longsor di Jawa Barat

Sebarkan artikel ini

Cisarua, BogorUpdate.com – PTPN 1 terus menggencarkan penanaman pohon kayu keras di lereng gunung dan perbukitan yang rawan longsor.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi bencana pasca banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra dan Aceh, serta untuk mencegah kejadian serupa di Jawa Barat.

Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN I, Tio Handoko memaparkan, komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui program penghijauan berkelanjutan.

“Kami di Jawa Barat mendukung penuh konservasi dan kepedulian terhadap lingkungan. Fokus kami adalah penghijauan lahan agar tidak terjadi bencana seperti di daerah lain,” ujar Tio Handoko Selasa (16/12 2025.

Memasuki tahun 2026, PTPN 1 meminta dukungan seluruh pemangku kepentingan, khususnya Forkopimda dan aparat penegak hukum (APH), guna menyelamatkan aset-aset negara yang saat ini masih digarap oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Barat, PTPN 1 menargetkan penanaman bertahap sekitar 10.000 hingga 14.000 pohon selama tiga tahun ke depan. Penghijauan ini difokuskan pada pemulihan fungsi lahan perkebunan.

Dalam menyelesaikan persoalan okupansi lahan, PTPN 1 mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis.

“Kami merangkul masyarakat yang selama ini menggarap lahan untuk bersama-sama dalam program penyelamatan aset. Mereka bisa menjadi mitra atau tenaga kerja, dengan tetap menjaga agar kegiatan penanaman tidak merusak lingkungan,” ungkapnya.

Jenis tanaman yang ditanam meliputi alpukat, durian, serta berbagai pohon kayu keras yang dinilai efektif dalam menyerap air dan menahan struktur tanah agar tetap stabil.

Sementara itu Regional Head PTPN 1 Desmanto mengatakan, bahwa bencana banjir dan longsor di Sumatra dan Aceh menjadi pelajaran penting bagi Jawa Barat.

“Wilayah perbukitan dengan ketinggian ratusan hingga ribuan meter memiliki potensi run off air dari atas ke bawah yang dapat memicu banjir dan longsor. Ini harus dijaga bersama,” jelas Desmanto.

Ia mengungkapkan, sekitar 14 ribu hektare lahan PTPN sebelumnya dialihfungsikan menjadi tanaman semusim seperti sayuran, yang akarnya tidak mampu menahan tanah.

“Ketika hujan turun, tanah mudah tergerus ke bawah, menyebabkan pendangkalan sungai, banjir, dan longsor,” tambahnya.

Desmanto menegaskan, PTPN 1 berkomitmen mengembalikan fungsi lahan perkebunan melalui penghijauan dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Selain mitigasi bencana, warga terdampak juga akan kami tampung untuk bekerja dengan sistem upah bulanan, sehingga upaya pemulihan lingkungan tetap berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *