
Foto saat massa PDIP mendatangi kantor Radar Bogor Graha Pena
Bogor (Bogorupdate.com) – Forum Wartawan Harian Bogor (FWHB) ikut menyoroti insiden penggerudukan masa PDI-P ke kantor Radar Bogor, Rabu 30 Mei 2018 lalu.
Atas insiden tersebut, Ketua FWHB Haryudi minta Kepolisian mengusut tuntas aksi intimidasi dan pengerusakan yang dilakukan mada PDI-P di Kantor Radar Bogor.
Menurutnya, jika memang PDI-P keberatan atas pemberitaan yang dibuat Radar Bogor, maka bisa gunakan hak jawab, sesuai prosedur sebagaimana diatur dalam Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999.
Selain itu dia juga mengatakan, pihak Radar Bogor juga harus segera menayangkan hak jawab atau klarifikasi dari pihak yang merasa keberatan atas pemberitan sebelumnya.
Masih kata Yudi sapaan akrabnya Ketua FWHB itu, apapun alasannya, apa yang dilakukan masa PDI-P dengan mendatangi kantor Radar Bogor dan melakukan kekerasan tetap salah, karena semua ada aturannya dan ini negara hukum.
“Kami mengecam tindakan kader partai yang merasa Ketum nya telah dirugikan atas pemberitaan, dengan cara menggeruduk, mengintimidasi, bahkan sampai merusak properti kantor Radar Bogor Rabu sore,” tegas Yudi, Jumat (01/06/18).
Atas kejadian itu, Yudi meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus intimidasi dan pengrusakan yang dilakukan kader PDI-P.
“Lagi-lagi ini jadi catatan buat perusahaan pers atau jurnalis untuk tetap menjaga independensi, dalam menjalankan tugas jurnalistiknya, apalagi ini tahun politik (Pilkada maupun Pilpres) sehingga sangat sensitif,” pesan Yudi.
Hal senada diungkapkan Plt Ketua PWI Kota Bogor Arihta Utama Surbakti, menurutnya ada cara elegan untuk melakukan protes, tidak usah dengan cara menggeruduk seperti itu.
“Cara seperti itu tidak dibenarkan secara hukum, dan polisi harus mengusut tuntas insiden itu,” kata Ari sapaan akrabnya.
Ia menyayangkan kejadian itu, terlebih PDI-P adalah partai bagian dari pemerintah, seharusnya bisa menunjukan ke tauladanan yang bisa dicontoh oleh masyarakat.
“Seharunya PDI-P menunjukan sikap santun dalam menyelesaikan permasalahan,” jelasnya.
Seperti diberitakan sebelmnya, kejadian itu dipicu atas pemberitaan di HL Radar Bogor dengan judul “Ongkang-ongkang kaki dapat Rp112 juta” yang ditujukan ke Megawati sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) yang juga Ketua Umum PDI-P. (As)
Editor : Endi







