Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

Ramdani: Pemekaran Bogor Timur Jangan Lupakan Gunung Putri, Penyumbang PAD Terbesar

×

Ramdani: Pemekaran Bogor Timur Jangan Lupakan Gunung Putri, Penyumbang PAD Terbesar

Sebarkan artikel ini
Tokoh pemuda Gunung Putri, Ramdani. (Foto: Agus)

Gunung Putri, BogorUpdate.com – Tokoh pemuda Gunung Putri, Ramdani, menyampaikan pandangannya terkait wacana pemekaran Kabupaten Bogor Timur. Ia menegaskan tidak menolak pemekaran, namun mengingatkan agar perencanaan dilakukan secara adil dan merata, khususnya memperhatikan masa depan wilayah Kecamatan Gunung Putri.

Menurut Ramdani, kondisi industri di Gunung Putri saat ini sedang mengalami guncangan. Banyak perusahaan besar yang hengkang ke wilayah Jawa dan daerah lain. Hal ini menimbulkan kekhawatiran, terutama jika perhatian pembangunan hanya terpusat pada wilayah timur seperti Jonggol, Sukamakmur, dan Tanjungsari.

“Saya pribadi mendukung pemekaran Bogor Timur, tapi harus dipikirkan juga masa depan Gunung Putri. Industri di sini sedang goyang, banyak perusahaan besar pindah. Kalau nanti pemekaran terjadi, siapa yang memikirkan Gunung Putri,” ucap Ramdani kepada Bogorupdate.com, Minggu (28/9/2025).

Selanjutnya Ia menambahkan, Gunung Putri saat ini merupakan penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar bukan hanya bagi Bogor Timur, tetapi juga Kabupaten Bogor secara keseluruhan. Namun, jika masa depan Gunung Putri tidak diperhatikan, daerah ini dikhawatirkan akan terjebak dalam keterbatasan.

“Kalau penyumbang PAD terbesar saja tidak dipikirkan, ke depan Gunung Putri bisa kehilangan arah. Mau kembali jadi daerah pertanian sudah sulit karena fondasinya berubah. Mau bertahan di sektor industri, perusahaan banyak yang goyah dan pindah. Kondisi sosial pun sudah berubah, 70 persen masyarakatnya pendatang, 30 persen pribumi. Jika tidak ada arah pembangunan jelas, Gunung Putri bisa jadi daerah kosong di tengah kota,” paparnya.

Lebih jauh, Ramdani menekankan bahwa pemekaran Bogor Timur harus disertai dengan perencanaan pembangunan yang merata dan adil. Ia mengingatkan agar para tokoh, presidium, dan komunitas pergerakan tidak hanya fokus pada wilayah lain di timur, tetapi juga memperhitungkan peran strategis Gunung Putri.

“Pemekaran Bogor Timur sudah layak secara ekonomi, sumber daya alam, maupun sumber daya manusia. Tapi perencanaan jangan timpang. Jangan ada satu daerah berkembang, sementara daerah lain dilupakan,” ujarnya.

Lebih lanjut Ramdani juga menyinggung soal letak geografis Gunung Putri yang menurutnya lebih tepat berada di posisi tengah ketimbang timur. Hal ini harus menjadi pertimbangan para pemangku kebijakan dalam menentukan peta wilayah pemekaran.

“Secara geografis Gunung Putri ini lebih ke tengah, dipisahkan dari Bogor Timur oleh batas alam Kali Cileungsi. Jadi kalau bicara pemekaran, pemetaan wilayah harus jelas supaya tidak salah arah,” ungkapnya.

“Saya berharap wacana pemekaran Bogor Timur tidak hanya menjadi proyek ego kewilayahan, tetapi benar-benar menghadirkan keadilan pembangunan untuk seluruh wilayah, termasuk Gunung Putri yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Kabupaten Bogor,” pungkasnya. (Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *