Cibinong, BogorUpdate.com
Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, pada Selasa (3/8/21) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). Namun aneh, dalam RDP tersebut tidak membahas terkait temuan inspeksi mendadak (Sidak) mega proyek pedestrian dan peningkatan jalan Kandang Roda-Pakansari-Sentul.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara mengatakan, rapat tersebut tidak terkait dalam dugaan upaya penyelewengan pada proyek Jalan Raya Kandang Roda-Pakasansari-Sentul dalam temuan sidak pekan lalu.
“Tadi hanya membahas progres kegiatan pada tahun anggaran berjalan. Dari 100 persen kegiatan baru 25 persen yang telah selesai lelang,” ujar Sastra.
Politisi Partai Gerindra itu menerangkan, kondisi pandemi yang mempengaruhi penganggaran Tahun 2021 jadi salah satu kendala.
“Adanya refocusing anggaran jadi kendala. Tapi kami mendorong DPUPR agar segera melelangkan kegiatan, jangan sampai nanti pekerjaan mepet waktu sehingga mempengaruhi kualitas,” terangnya.
Ia menambahkan, pihaknya belum menyinggung soal adanya temuan dalam sidak Komisi III yang dilakukan pada proyek Jalan Raya Kandang Roda-Pakansari-Sentul.
“Untuk temuan sidak kemarin itu tidak ada bahasan, karena tadi hanya kami dan dinas. Selanjutnya akan kami agendakan rapat lagi dengan PUPR dan penyedia jasa proyek tersebut nanti,” katanya.
Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin menegaskan, agar dinas yang dikepalai oleh Soebiantoro itu gerak cepat dalam menjalankan program yang telah terjadwal.
“Sekarang sudah masuk triwulan ketiga, PUPR harus segera melelang kegiatan yang sudah siap administrasi. Program tersebut pastinya dinanti dan agar daat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Burhan.
Lebih lanjut mantan Asisten Pemerintahan (Aspem) Kabupaten Bogor itu memaparkan, percepatan proses kegiatan tersebut langkah antisipatif untuk optimalisasi kinerja Pemkab Bogor.
“Hindari adanya proyek luncuran akibat waktu yang tidak cukup pengerjaan. Makanya PUPR harus kerja cepat,” paparnya.
Sementara itu, Kepala DPUPR Kabupaten Bogor, Soebiantoro enggan berkomentar ketika dikonfirmasi wartawan melalui pesan whatsApp.
(Do/Bing)







