Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomePemerintahan

Rehab Program Rutilahu Desa Sanja Hanya Lantai Dinding

×

Rehab Program Rutilahu Desa Sanja Hanya Lantai Dinding

Sebarkan artikel ini

 

BOGORUPDATE.COM – Pemerintah Kabupaten Bogor dalam hal ini Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) mengucurkan anggaran untuk program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) pada 2019 ini sebanyak 12 unit dengan anggaran Rp 10 Juta setiap unitnya, disetiap desa yang ada di Bumi tegar beriman.

 

Seperti di Desa Sanja Kecamatan Citeureup, pada tahun ini mendapatkan 12 unit program Rutilahu. Adapun realisasinya saat ini sudah rampung seratus persen.

 

Yusup (35) Kampung Leo Baru RT 5/3 Desa Sanja Kecamatan Citeureup, selaku penerima bantuan program ini. Rumah yang sebelumnya tidak layak, kini mendekati layak.

 

Program Rutilahu ini adalah rehab. Rehab rumah dari atap, lantai dan dinding (Aladin). Tapi di desa ini ada penerima rutilahu yang hanya di bangun Lantai Dinding saja. Alasan dari pihak desa setempat karena kurangnya swadaya masyarakat.

 

“Kalau anggaran dari pemerintahan sudah sesuai aturan, dan kamipun menekan bagi penerima manfaat agar swadayanya ditingkatkan,” kata Sekdes Hadi.

 

Dari 12 penerima manfaat yang ada, lanjut Hadi, hanya 1 rumah yang atapnya belum diperbaiki.

 

“Karena kemampuan swadayanya ga sama dengan yang lain,” imbuh Hadi.

 

Yusup (35) penerima bantuan ini mengaku terbantu dengan adanya program ini.

 

“Seneng pa rumah jadi mendingan seperti lantai dan dinding jadi lumayan bagus. Soal atapmah tidak apa kok,” ujarnya dengan nada lugu.

 

Menanggapi Hal ini, Ketua Lembaga Penerhati Kebijakan Pemerintah (LPKP) Kabupaten Bogor, Rahmatullah mengatakan jika ini sudah tidak benar. Jika memang hanya di bangun lantai dinding saja, karena dalam aturan program tersebut terera rehab Atap Lantai Dinding (Aladin).

 

“Seharusnya atapnya juga di bangun. Karna jika tidak, akan sangat membahayakan penghuni rumahnya. Ppalagi melihat keadaan atapnya sudah tidak layak,” tegas Rahmatullah kepada wartawan, Selasa (30/07/19).

 

Rahmatullah menambahkan, pihaknya sangat mengkhawatirkan kondisi realisasi program tersebu, apalagi jika ada tekanan alam.

 

” Kalau atapnya masih tidak layak seperti itu, pasti rusak lagi dan pembanguannnya yang berujung secara cuma-cuma. Memang anggarannya tidak seberapa. Tapi saya yakin cukup untuk memperbaiki atap rumah tersebut juga. Itu juga kalau tidak ada dugaan potongan-potongan yang lainnya,” tukasnya. (Cek)

 

 

 

 

 

 

Editor : Endi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *