Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeHukum & Kriminal

Rocky Gerung Adalah “Oase Demokrasi Substansial Hari Ini”

×

Rocky Gerung Adalah “Oase Demokrasi Substansial Hari Ini”

Sebarkan artikel ini

Foto Harry Ara SH, MH dan Rocky Gerung

Oleh: Harry Ara SH, MH (Praktisi hukum)

 

BogorUpdate.com – Secara akademis dan administrasi, aktivis demokrasi yang juga pengajar filsafat Rocky Gerung memang bukan profesor atau guru besar. Tapi para siswa, kolega sesama dosen, maupuan para dosen senior di lingkungan Universitas Indonesia dari jenjang Strata Satu hingga doktoral (S-3) ada yang menyapanya, “Profesor”.

 

Semua tahu bahwa Rocky bukan profesor karena itu dia tak anggap panggilan itu sebagai hal serius. Cuma kemudian diseriusi oleh orang yang bodoh. Kutipan kata-kata Rocky ini sepintas seperti spontan namun ini saya nilai suatu kecerdasan berlogika.

 

Dia tak tahu kapan sapaan tersebut bermula. Hanya saja selama 15 tahun menjadi dosen tidak tetap atas permintaan UI, dirinya memang punya andil dalam mengembangkan ilmu filsafat di kampus tersebut. Andil tersebut misalnya dalam hal perumusan 7 sampai 9 mata kuliah baru dan sekaligus mengajarkannya di UI karena tidak ada yang mampu.

 

Rocky antara lain menyebut mata kuliah filsafat ekonomi, politik, hukum lingkungan, teknologi, dan teori keadilan yang pernah diajarkannya di UI. Bahkan, menurut dia, visi-misi program doktor (Strata3) UI itu pun dirinya yang tulis, termasuk menyiapkan susunan kurikulumnya.

 

Rocky mengungkapkan hal itu saat disinggung adanya sejumlah pihak yang menyebut dirinya bukan dosen di UI, apalagi bergelar profesor. Rocky memang bukan profesor dan tidak pernah mengaku-aku. Anggap saja profesor gadungan Rocky ini sebagai guyonan kita sebagai anak diskusi. Rocky seorang akademisi yang masih gemar naik gunung ini juga punya selera humor yang tinggi.

 

Rocky mengaku dirinya pernah kuliah filsafat di UI sampai selesai, meski tak pernah ikut wisuda dan mendapatkan ijazah. Dia merasa tak membutuhkan semua formalitas semacam itu. Sebelum filsafat, Rocky pernah kuliah di ekonomi, hukum, politik Rocky punya banyak jaket kuning.

 

Pada bagian lain, dia juga membenarkan bahwa selama 15 tahun menjadi dosen tidak tetap di UI, dirinya tak pernah mengambil honor. Alasannya, dia tak merasa miskin untuk menerima honor dari UI yang jumlahnya tak Besar namun  Rocky tidak merasa miskin, ujarnya seraya mengaku dirinya kerap menerima undangan untuk berceramah atau memberikan pelatihan dari berbagai lembaga dengan honor yang memadai.

 

“Hari ini” kita kehilangan figur seorang kritikus yang keras namum intelektual,  banyak kita temui kritikus penuh emosi untuk menutupi kekurangannya. Hal ini tidak kita temui pada Rocky. Ya saya sebut Rocky sebuah Oase karena  rakyat perlu dibangun kecerdasan intelektualnya dengam suatau kepercayaan diri. Hal ini penting Bahkan bukan sekedar Penting Namun sudah jadi kebutuhan mendesak. Jangan sampai kita menjadi begitu dungu untuk sekedar memposisikan diri membela subjek tertentu.

 

Framing suatu berita akan menjadi buruk ketika tidak berimbang, Rocky Gerung “hadir” menjadi Oase di “padang gurun” sebab kritiknya bukan sekedar kritik namun mencerdaskan dan menghidupan logika berpikir kita atas sebuah gagasan dan ide yang perlu di dalami.

 

Jika kita Asumsikan Pilpres 2019 dimenangkan Pihak yang tidak pernah dikritik Rocky dihadapan publik. Dan Rocky Gerung malah menjadi pejabat dan berhenti mengkritik Presiden baru, maka Kita Semua akan mengkritik Rocky Gerung. Semoga saja Rocky tidak akan menjadi dungu berikutnya, namun tetap menjadi Oase Demokrasi Substansial,  selamat berdemokrasi dan jangan jadi dungu. (Eft)

 

 

 

 

 

Editor : Tobing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *