Kemang, BogorUpdate.com – Kondisi rumah seorang guru ngaji lansia di Kampung Jampang RT 05/06, Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, sangat memprihatinkan. Saat hujan turun, air bukan hanya menetes dari atap, tetapi penghuni rumah bahkan harus rela kehujanan di dalam rumahnya sendiri.
Mendengar kondisi tersebut, Yayasan Bina Sejahtera An-Nahdoh bersama warga, Ketua RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat bergerak cepat melakukan renovasi rumah secara swadaya. Bantuan juga datang dari para donatur serta Lembaga Amil Zakat Al-Azhar.
“Kalau bicara kondisi rumah ini, ya memang sangat memprihatinkan. Saya tidak mungkin datang ke sini dan bergerak kalau rumah ini bagus. Karena kondisinya sudah membahayakan jiwa penghuninya,” ujar Ketua Yayasan An-Nahdoh, Ustaz Cahyadi, Minggu (5/10/25).
Ia menambahkan, rumah tersebut dihuni oleh Ibu Raimah, seorang guru ngaji sepuh yang kini sudah tidak bisa berjalan dan harus menggunakan kursi roda.
“Beliau guru ngaji, yang kita hormati karena ilmunya. Kita merasa terpanggil karena beliau sudah sepuh dan tinggal di rumah yang nyaris ambruk,” tambahnya.
Ketua RW 06, Dadang Iskandar, mengatakan bahwa pihaknya sebenarnya telah mengajukan rumah tersebut untuk program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), namun belum mendapat kuota.
“Karena itu kami berdiskusi dengan Ustaz Cahyadi dan Yayasan An-Nahdoh, agar rumah ini bisa segera direnovasi. Kami khawatir karena di dalam rumah ada lansia yang tinggal, dan kondisinya sudah sangat rawan,” jelas Dadang.
Ia juga menegaskan bahwa renovasi ini dilakukan secara gotong royong oleh warga sebagai bentuk kepedulian dan penghormatan terhadap jasa Ibu Raimah sebagai pengajar ngaji.
“Alhamdulillah, ini bentuk keberkahan bagi kami. Bantuan datang dan langsung kami eksekusi bersama warga. Kami semua terenyuh karena semasa sehatnya, Ibu Raimah mengajar anak-anak mengaji. Suaminya dulu juga guru ngaji,” tambahnya.
Sementara itu, Ibu Raimah mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Rumah yang ia tempati sejak tahun 1990 itu belum pernah mengalami perbaikan.
“Kalau hujan, bukan lagi bocor tapi kehujanan. Bahkan bagian rumah pernah ambruk. Memang sudah tidak layak. Saya mengucapkan terima kasih kepada Ustaz Cahyadi dan semua pihak yang sudah membantu perbaikan rumah saya,” tuturnya haru. (Dyn)
