Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

Rusak Berulang, Jalan Tlajung Udik-Bojong Nangka Tuai Keluhan Warga

×

Rusak Berulang, Jalan Tlajung Udik-Bojong Nangka Tuai Keluhan Warga

Sebarkan artikel ini
Kondisi Jalan Tlajung Udik-Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, yang dipenuhi tambal sulam. (Kenedi)

Gunung Putri, BogorUpdate.com – Banyaknya keluhan warga terkait rusaknya kembali jalur kanan ruas Jalan Tlajung Udik-Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, yang belum lama ini selesai dilakukan pengaspalan melalui proyek lelang Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Bogor, kini telah diperbaiki oleh pihak kontraktor melalui proses tambal sulam.

Ruas jalan tersebut masih berada dalam masa garansi selama enam bulan setelah dilaksanakannya Provisional Hand Over (PHO), sehingga pemeliharaan masih menjadi tanggung jawab pihak kontraktor pelaksana proyek.

Namun, proyek tersebut menuai sorotan dari masyarakat. Pasalnya, pekerjaan pengaspalan dilakukan dengan sistem hotmix tanpa disertai pembangunan drainase, yang dinilai menjadi penyebab utama kerusakan kembali terjadi dalam waktu singkat.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya terhadap kualitas pembangunan jalan tersebut.

“Baru selesai diaspal, tapi sudah rusak lagi. Kalau tidak ada drainase, air pasti tergenang dan jalannya cepat hancur,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perbaikan dengan metode tambal sulam tidak akan menyelesaikan persoalan secara menyeluruh.

“Kalau cuma ditambal sulam, ini bukan solusi jangka panjang. Nanti pasti rusak lagi, karena masalah utamanya belum diberesin,” katanya.

Menurutnya, jenis konstruksi jalan yang digunakan juga tidak sesuai dengan fungsi ruas jalan tersebut.

“Ini akses vital masyarakat, kendaraan besar sering lewat. Harusnya dicor, bukan dihotmix. Kalau hotmix tanpa drainase, ya jelas tidak akan awet,” ucapnya.

Warga berharap pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Bogor dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perencanaan dan pelaksanaan proyek, agar pembangunan infrastruktur jalan benar-benar berdampak jangka panjang, berkelanjutan, dan memberikan rasa aman serta nyaman bagi masyarakat sebagai pengguna jalan utama. (Ken)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *