BOGORUPDATE.COM – Kabar yang berhembus adanya aset PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor agar perlu perhatian dan pengelolaan yang serius. Lantaran, ditemukannya saluran air yang telah rusak atau hilang akibat tertutup tanah dan pagar akibatnya penanaman pohon yang asal di wilayah kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat.
Ketika dikonfirmasi, Sekretaris Perusahaan pada PDAM Tirta Pakuan, Teguh Setiadi menyebut, jika pihaknya bakal melakukan pengecekan kelokasi secara langsung hingga perbaikan dilokasi saluran tersebut.
“Kita cek sama-sama ke lokasi titik mana yang dimaksud kota batunya. Kita ketemu langsung di lokasi sore ini. Saya mau liat langsung dulu atas dugaan hilangnya aset yang dimaksud,” ujar Teguh saat dikonfirmasi Bogorupdate.com melalui pesan singkatnya, Rabu (16/1/19).
Menyikapi itu, ketua LSM Barisan Monitoring Hukum (BMH), Irianto menegaskan, atas kejadian itu dirinya sangat menyayangkan akan adanya dugaan tersebut, dan diharapkan agar pihak PDAM Tirta Pakuan bisa lebih serius dalam pengelolaan aset milik Pemkot Bogor.
“Ini bukan soal dan perkara sepele. Ada aturan dan payung hukum soal aset daerah yang dikuasakan kepada BUMD dimana jelas dalam permendagri No.17 tahun 2007 pada pasal 7, 8, 9 dan 10 tentang pedoman pengelolaan aset daerah yang mengaturnya,” ucap Irianto.
Ia melanjutkan, pada fakta peristiwa ini tentu bukan informasi sesat atau bohong, terlihat dan dapat diketahui umum. Jadi hilangnya aset perusahaan atas saluran air atau selokan dan fungsinya itu tentu menyerap dana BUMD dari anggaran pemerintah Kota Bogor selaku pemilik atas PDAM ini.
Adapun kesimpulannya, hal tersebut bisa berpotensi indikasi susut atau hilang atas aset daerah hingga alami kerugian.
“Bagi saya, hilangnya fungsi atas aset tersebut karena tidak adanya perawatan dan kepedulian bagian terkait di tubuh direksi PDAM sendiri, hingga fungsi utama dari saluran air tersebut rusak dan terganggu akibat tertutup pasir dan tanah serta dibagian ujung pembuangan air yakni anak sungai dihambat pula dengan tutupan jembatan yang dibuat oleh perusahaan itu sendiri berikut dengan pagarnya,” tegasnya.
Lebih lanjut Irinto mengungkapkan, disisi lain juga penanaman pohon di ujung pagar reservoar belum lama ini serta adanya bagian saluran air yang rusak dan tertutup tanah.
“Tidak ada saluran tentu berdampak pada jalan aspal yang ada, dan akan mudah rusak karena air tumpah ke jalan karena tidak melalui saluran drainase sebagai mestinya,” tutupnya. (Agus Bagja)
Editor : Tobing
