Foto ilustrasi (Net)
Kota Bogor, BogorUpdate.com
Usai dilantik jadi Kepala Dinas Kesehatan Sri Nowo Retno mengaku siap menjalankan tugas dengan penuh amanah dan dedikasi tinggi.
Menurutnya, situasi memang dalam kondisi berat dan prihatin tetapi memang harus dihadapi. “Apalagi Dinkes tadi juga disampaikan Pak Wakil harus menjadi leading sector, terutama dalam hal menyiapkan fasilitas kesehatannya,” ungkap Retno
Ia menambahkan, segala kemungkinan harus diantisipasi, terutama jika terjadi outbreak atau lonjakan kasus. Makanya harus bergerak cepat dengan kondisi keterbatasan.
Dia menambahkan, saat ini RSUD Kota Bogor sudah ditunjuk menjadi RS rujukan Covid-19 oleh SK Gubernur tetapi memang kapasitasnya belum memenuhi.
“Jadi sekarang sedang disiapkan rencana, kita ingin sentralisasi di RSUD untuk 120 tempat tidur yang kita siapkan dengan memanfaatkan satu gedung baru,” katanya.
Sentralisasi RSUD tersebut, lanjut Retno, membutuhkan proses karena harus menyiapkan sarana dan prasarana, terutama SDM.
“SDM akan kita bantu dengan melibatkan dari SDM rumah sakit lain yang kita jadwalkan. Kemudian dari tenaga puskesmas yang biasanya di bertugas rawat inap tapi tidak aktif, mungkin akan disiapkan untuk membantu RSUD,” jelasnya.
Tidak hanya fasilitas layanan kesehatan, kata Retno, Dinkes juga akan menyiapkan tempat-tempat selain rumah sakit untuk merawat ODP atau PDP dengan gejala ringan.
Ketika nanti terjadi outbreak
dan ternyata RSUD dan RS lain juga tidak mampu lagi menampung, maka pihaknya juga harus sudah menyiapkan tempat-tempat di luar fasilitas layanan kesehatan.
Tempat itu untuk merawat baik yang ODP atau PDP dengan gejala ringan semacam ruang isolasi yang seperti wisma atlet.
“Jadi pasien-pasien kategori tersebut tidak harus dirawat di RS karena perawatannya tidak memerlukan ventilator dan sebagainya,” pungkasnya. (As)
Editor : Endi






