Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

Sejarah Baru Indonesia, Bayi Panda Pertama Lahir di Taman Safari Bogor

×

Sejarah Baru Indonesia, Bayi Panda Pertama Lahir di Taman Safari Bogor

Sebarkan artikel ini

Bayi Panda Pertama Lahir di Taman Safari Bogor. (Abizar/Bogorupdate)

Cisarua, BogorUpdate.com – Sejarah baru bagi dunia konservasi Indonesia resmi tercipta. Untuk pertama kalinya, seekor bayi Giant Panda lahir di bumi pertiwi, tepatnya di Taman Safari Bogor. Kelahiran ini tidak hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga menjadi kado istimewa bagi hubungan diplomatik antara Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Bayi panda jantan yang kini akrab disapa Rio dari nama asli Satrio Wiratama yang merupakan nama pemberian Presiden RI. Panda ini lahir pada 27 November 2025 sekitar pukul 17.00 WIB. Kelahirannya merupakan buah dari perjuangan panjang tim dokter akhirnya berhasil melalui metode Assisted Reproductive Technology (ART) atau secara sederhana di sebut bayi tabung.

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menyampaikan rasa bahagianya saat meresmikan momen 40 hari kelahiran bayi panda tersebut di Taman Safari Bogor, Selasa 6 Desember 2025.

“Hari ini adalah hari yang berbahagia. Ini adalah hari ke-40 kelahiran bayi panda yang diberi nama oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto dengan nama yang sangat istimewa, yaitu Satrio Wiratama,” ujar Raja Juli Antoni.

Nama yang diberikan oleh Presiden Prabowo bukanlah sembarang nama. Satrio berarti kesatria, yang melambangkan sosok pemberani, mulia, dan berbudi luhur. Menteri Kehutanan menegaskan bahwa kelahiran ini adalah simbol kuatnya persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok.

Uniknya, perjalanan kehadiran panda di Indonesia melibatkan tiga periode kepemimpinan Presiden:

Presiden SBY: Memulai inisiatif mendatangkan orang tua panda.
Presiden Jokowi: Melanjutkan proses hingga panda tiba di Indonesia pada 2017.
Presiden Prabowo: Menyambut kelahiran bayi panda pertama, Satrio Wiratama.

“Ini luar biasa, tiga Presiden menjadi bagian dari sejarah perkembangan panda di Indonesia,” tambah Menteri Kehutanan.

Terkait status kepemilikan, CEO Taman Safari Indonesia, Jansen Manansang, menjelaskan bahwa sesuai perjanjian internasional (Giant Panda Conservation Care Cooperation), seluruh panda yang ada di luar Tiongkok, termasuk yang lahir di negara mitra, pada akhirnya akan kembali ke Tiongkok.

“Dalam perjanjian, panda akan dikembalikan setelah masa kerja sama berakhir. Saat ini kontraknya 10 tahun dan dapat diperpanjang kembali sesuai kesepakatan kedua negara,” jelas Jansen.

Lahirnya Rio juga menjadi bukti bahwa tenaga medis Indonesia mampu menangani konservasi satwa kelas dunia. Meski mendapat pendampingan dari ahli Tiongkok dan penasihat internasional (Amerika Serikat, Jerman), peran utama tetap dipegang oleh putra-putri bangsa.

“Perawatan sehari-hari dilakukan oleh dokter dan tim medis Indonesia, termasuk dukungan dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Kami hanya meminta bantuan teknis dari Tiongkok pada momen tertentu seperti proses perkawinan sebagai bentuk transfer pengetahuan,” pungkas Jansen.

Kini, Satrio Wiratama atau Rio menjadi daya tarik sekaligus harapan baru bagi kelestarian satwa langka dunia di Indonesia. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *