Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

Sepekan Jelang Ramadan, Harga Daging Sapi di Pasar Jambu Dua Tembus Rp150 Ribu per Kg

×

Sepekan Jelang Ramadan, Harga Daging Sapi di Pasar Jambu Dua Tembus Rp150 Ribu per Kg

Sebarkan artikel ini

Bogor Kota, BogorUpdate.com – Sepekan menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, harga sejumlah bahan pokok dan daging di Pasar Anyar Jambu Dua, Kota Bogor, mengalami kenaikan signifikan. Kenaikan tersebut terpantau pada Kamis (12/2/2026) dan mulai dikeluhkan para pembeli.

Sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan antara lain beras, gula pasir, minyak goreng, telur ayam, cabai, daging ayam, hingga daging sapi. Besaran kenaikan bervariasi, mulai dari Rp1.000 hingga Rp10.000 per kilogram, tergantung jenis komoditas.

Kenaikan paling mencolok terjadi pada harga daging sapi. Jika sebelumnya dijual di kisaran Rp120 ribu per kilogram, kini harganya melonjak menjadi Rp150 ribu per kilogram.

Salah satu pembeli, Khanaya, mengaku kenaikan harga sudah mulai terasa dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, lonjakan harga menjelang Ramadan hampir selalu terjadi setiap tahun dan biasanya kembali meningkat saat mendekati Hari Raya Idul Fitri.

“Sekarang harga cabai dan telur sudah naik. Daging ayam juga lebih mahal dari biasanya. Daging sapi sekarang sudah Rp150 ribu per kilo, sebelumnya masih Rp120 ribu. Padahal belum masuk Ramadan, tapi harganya sudah merangkak naik. Biasanya nanti mau Lebaran naik lagi,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Ia menilai kondisi tersebut cukup memberatkan, terutama bagi ibu rumah tangga yang harus mengatur pengeluaran kebutuhan harian. Khanaya berharap pemerintah dapat melakukan pengawasan dan pengendalian harga agar tetap stabil selama Ramadan hingga Idul Fitri.

Sementara itu, pedagang daging sapi di Pasar Anyar Jambu Dua, Asep, mengatakan kenaikan harga dipicu meningkatnya permintaan serta harga dari distributor yang sudah lebih dulu naik.

“Biasanya kalau mau Ramadan memang naik. Permintaan banyak, sementara harga dari supplier sudah naik duluan, jadi kami ikut menyesuaikan. Sekarang jadi Rp150 ribu per kilo. Nanti mendekati Lebaran biasanya bisa naik lagi,” kata Asep.

Pedagang lainnya menambahkan, kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan sudah menjadi pola tahunan. Meski demikian, mereka berharap pasokan tetap lancar agar harga tidak terus melonjak hingga Lebaran.

Warga pun berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat menggelar operasi pasar atau langkah pengendalian harga guna menjaga kestabilan harga serta daya beli masyarakat menjelang Ramadan dan Idul Fitri. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *