Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNewsPemerintahan

Sering Macet, Warga Ngarep Dibangun Sub Terminal di Rancabungur

×

Sering Macet, Warga Ngarep Dibangun Sub Terminal di Rancabungur

Sebarkan artikel ini

Rancabungur, BogorUpdate.com – Dampak sering macet di Jalan Raya Cagak Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, warga ngarep dibangun sub terminal. Pasalnya banyak angkutan umum yang sering ngetem di sembarang tempat.

Diketahui infrastruktur seperti jalan dan jembatan di Desa Rancabungur sudah mulus, namun warga masih mengeluhkan ke­tiadaan terminal. Setiap harinya, pertigaan Jalan Cagak selalu macet karena maraknya sopir yang ngetem. Mereka sering menunggu penumpang.

Salah satu warga Desa Rancabungur Ismail Hidayat (29) mengatakan, pernah ada pembahasan untuk mengatasi kesemrawutan lalu lintas, Pemerintah Desa (Pemdes) Rancabungur lewat musyawarah rencana pembangu­nan (musrenbang) kecamatan sudah mengajukan pembangunan sub terminal.

“Tapi anehnya sampai saat ini belum ada kelanjutannya, padahal jalan ini akses ke beberapa kecamatan, seperti ke kecamatan Kemang, Ciseeng, Ciampea dan Rumpin. Sudah selayaknya ada sub terminal,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (25/7/23).

Lanjut Ismail, yang juga salah satu mahasiswa negeri di Depok, menjelaskan sub terminal sendiri bisa me­nampung empat trayek yang ngetem di depan Kantor Desa Rancabungur. Keempat trayek itu yakni Bantarkambing-Merdeka, Rancabungur-Bojonggede, Ciampea-Merdeka dan omprengan Rum­pin.

“Kami minta dibangunkan sub terminal agar puluhan angkot tidak ngetem sembarangan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, Jalan Cagak sering macet saat jam sibuk dan pelajar hendak berangkat dan pulang sekolah. Hal ini diperparah dengan adanya angkot yang menaik turunkan penumpang.

“Saya juga mengharapkan adanya terminal karena tempat ngetem angkot-angkot tersebut persis di depan kantor desa dan SD. Jika ada terminal, angkot tidak akan ngetem di bahu jalan yang kadang jadi penyebab kemacetan,” bebernya.

Sementara itu, Mantan Kepala Desa Rancabungur, Sumantri menuturkan, sopir angkot yang ngetem di pertigaan Jalan Cagak sering diperingatkan agar tak meng­ganggu arus lalu lintas hingga menyebab­kan kemacetan.

Sejak 2010, pemdes mengajukan adanya pembangunan ter­minal bayangan namun terbentur masalah lahan.

“Kami harap pemerintah bisa membantu permasalahan lahan sehingga angkot bisa memiliki terminal,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *