Gunung Putri, Bogorupdate.com
Situ Tlajung Hilir tercemar, mengeluarkan bau tak sedap dengan kondisi air berubah warna menjadi hitam pekat, sehingga dikeluhkan warga, pada Minggu (28/11/21).
Adapun Situ Tlajung Hilir berada di Desa Wanaherang, RT 01 RW 03, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Soal pencemaran Situ Tlajung Hilir tersebut disampaikan Ramdani, salah satu warga Desa Wanaherang yang menurutnya sudah beberapa minggu ini sudah tercemar limbah yang berasal dari beberapa Perusahaan yang membuang limbahnya ke aliran sungai menuju Setu Tlajung Hilir saat hujan tiba.
“Sudah satu minggu memang setu ini tercemar, namun tidak separah saat ini yang mana dari semalam baunya sangat menyengat, lalu di pagi hari tadi hitam pekat. Kayaknya ada perusahaan yang memanfaatkan Hujan untuk buang limbah” ucap Ramdani kepada BogorUpdate.com.
Sedikit menggambarkan, menurut Ramdani, ada beberapa perusahaan yang diduga pengaliran pembuangannya menuju ke arah Setu Tlajung Hilir ini. Beberapa hari lalu, ada warga yang menyusuri aliran sungai untuk mengetahui penyebab tercemarnya setu tersebut. Setelah itu, ditemukan beberapa perusahaan yang terletak di Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri ada perusahaan yang mengeluarkan cairan hitam pada saluran pembuangan limbahnya.
“Indikasi pembuang limbah berasal dari arah Desa Cicadas, karena beberapa tahun yang lalu ada warga yang menyusuri Setu dan menemukan beberapa perusahaan yang dicurigai alirannya mengarah ke Setu,” pungkas Ramdani.
Menanggapi tercemarnya Situ Tlajung Hilir itu, Anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor, Achmad Fathoni mengaku geram atas perbuatan perusahaan yang membuang limbah tersebut. Menurutnya, kejadian serupa sudah sering kalo terjadi di situ yang ada di Wilayah Kecamatan Gunung Putri ini.
“Saya sangat sedih, setu kembali dicemari oleh limbah perusahaan. Saya minta DLH bersama pihak terkait yang berwenang seperti Pol PP Trantib Kecamatan untuk segera turun dan menindak tegas,” tegas Achmad Fathoni.
Selain itu, Achmad Fathoni meminta agar pihak Pemerintah Desa (Pemdes) yang diwilayahnya banyak perusahaan agar melakukan monitoring terkait pembuangan limbahnya untuk dijadikan bahan Dinas terkait menindak perusahaan yang terbukti nakal. Selain itu, warga diharapkan membentuk komunitas peduli Situ.
“Pihak Pemdes juga saya harap bisa membantu. Saya himbau masyarakat sekitar untuk bikin komunitas peduli setu sehingga bisa bersama-sama sinergi menjaga setu. Saya usahakan segera turun untuk mengecek langsung,” harapnya.
“Saya minta Perusahaan yang masih membuang limbah ke alam untuk segera bertaubat dan mengikuti aturan. Dan DLH diharap segera menindak tegas pencemaran ini,” pungkas Achmad Fathoni.







