Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomePolitik

Soal Harapan Harry Ara, DID : Kita Serahkan Semua ke DPP

×

Soal Harapan Harry Ara, DID : Kita Serahkan Semua ke DPP

Sebarkan artikel ini

Pilkada – Bogor Update

Menyikapi harapan Hary Ara untuk bersanding dengan Dadang I Danubrata di Pilwalkot Bogor 2018, nampak masih membutuhkan perjuangan panjang, lantaran dipusat PDI P dan Gerindra berbeda haluan.

Dikonfirmasi Ketua DPC PDIP Kota Bogor Dadang I Danubrata mengaku Harry Ara telah berkomunikasi soal kemungkinan koalisi tersebut.

“Harry telp saya kemungkinan koalisi ini, saya bilang tidak ada yang tidak mungkin selama DPP menyetujui,” kata DID sapaan akrabnya Cawalkot dari PDIP itu.

Namun lanjut dia, kesulitan sekarang DPC nya sepakat, tetapi di tingkat DPD atau DPP nya tidak sepakat. Dan untuk itu dirinya menyerahkan sepenuhnya ke DPP.

“Kita sudah serahkan semua kemungkinan calon ke DPD dan DPP,” ujarnya.

Seperti diketahui, pasangan calon dari partai politik di Kota Bogor yang akan bertarung pada tahun 2018, ini ibarat proses perjodohan namun terdesak waktu.

Dan hingga saat ini, belum ada satupun pasangan calon dari partai politik yang sudah jelas mendapatkan rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) masing-masing partai politik pengsung.

Lebih unik lagi, mendekati rekomendasi dan pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Bogor. Terdapat pilihan yang sangat membuat publik semakin leluasa dengan alternatif pilihan.

Salah satunya alternatif pasangan bakal calon dari parpol yang mungkin saja terjadi yakni pasangan Dadang IDanubrata dan Harry Ara yang disingkat DAHAR.

Secara modal kursi, pasangan ini memiliki 14 kursi di DPRD sebagai syarat melebihi 9 syarat kursi yang ditetapkan.

Sebelumnya, Harry Ara mengatakan bahwa politik itu adalah seni. Bagaimana memakmurkan rakyat dengan kebijakan pemerintah dalam hal ini Pemerintah Kota.

“Jadi menurut saya, bukan orangnya atau partainya yang dilihat tapi kebijakan apa yang mau diambil untuk kepentingan publik,” kata politisi Gerindra itu.

Ara sapaan akrab Harry Ara menambahkan, kalau untuk pilwakot publik lebih lihat figur calon kepala daerah dan wakil kepala daerahnya.

Menurut dia, jedepan janji kmapanye dan politik yang memperioritaskan pelayanan publik dan anggaran untuk pemberdayaan masyarakat harus dibuka sejak awal, sehingga produk kebijkaan apa yang akan dicetuskan itulah yang publik kaji dan kritisi.

“Saya kira kang Dadang yang akan maju Walikota Bogor sepemahanan dengan saya tentang politik anggaran kerakyatan,” ujarnya.

Diakuinya, dengan sama sama putra daerah Bogor, maka akan lebih cepat menyesuaikan diri.

“Insya Allah jika kami dapat kesemptan maju maka orang Bogor kalau dengar akronim nama pasangan kami akan mudah diingat karena yang kita semua cari setiap hari yakni ‘dahar’ atau artinya makan,” tutup Ara dengan nada optimis. (AS)

 

Editor: Endi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *