Pemerintahan, BogorUpdate.com
Miris, tak jauh dari kantor Kelurahan Pasir Kuda Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor, tepatnya di RT 8 RW 3, Kampung Cibalagung, terdapat rumah yang roboh. Dari informasi yang dihimpun bahwa ini sudah ketiga kalinya alami hal yang sama (roboh-red). Atas musibah tersebut, pihak kelurahan seolah tidak berdaya untuk membantunya.
Dedi Mulyadi, Ketua LSM Gerakan Nawacita Rakyat Indonesia (GNRI) Bogor Raya turut angkat bicara atas musibah tersebut. Menurutnya, pemilik rumah hanya dapat bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Yang peduli cuma BPBD saja untuk memberikan sumbangan. Itupun berbentuk bahan pokok, yaitu Terpal, 1 dus mie instan, 2Kg Minyak goreng dan 5 kaleng sarden. Lurah cuma ngasih instruksi agar puing-puing bekas bangunan yang roboh agar dibereskan tanpa memberikan bantuan apa-apa,” Terang Dedi Mulyadi kepada Bogorupdate.com, Sabtu (11/4/20).
Masih kata Dedi sapaan akrabnya, mengatakan sampai saat ini sudah yang ke tiga kalinya roboh, namun pemerintah setempat seakan tak peduli.
“Ini sudah ketiga kalinya roboh dan tak ada info lanjutan. Padahal waktu itu pihak kelurahan sudah sampai menginstruksikan agar sipemilik rumah membuat Rekening dan menyiapkan RAB, semua persyaratan sudah beres namun hingga saat ini tidak ada kejelasan yang katanya akan cair dalam waktu lima hari,” Ungkap Dedi.


Dedi dengan tegas meminta agar pemerintah kota (Pemkot) Bogor jangan cuek saja atas masalah ini. Segera membantu warganya yang sangat memprihatinkan itu.
“Kami dari LSM GNRI meminta dengan sangat agar pemerintah bisa secepatnya membantu warga Pasir Kuda tersebut, jangan sampai menunggu jatuh korban, apalagi sekarang banyak hujan deras dan angin, jangan sampai juga menimpa rumah sebelahnya,” Ujar Dedi dengan tegas.
Terpisah, Arif Maulana sang pemilik rumah mengaku sudah tidak bisa berbuat apa-apa atas musibah yang menimpa rumahnya. Dirinya hanya minta kepedulian dari semua pihak untuk membantunya.
“Keseharian saya hanyalah sebagai pekerja calo di persimpangan jalan tak jauh dari kantor kelurahan. Kemarin perwakilan LSM GNRI sudah berdiskusi dengan warga, Pak RT dan Pak RW. Alhamdulillah siap membantu mendorong supaya dapat perhatian pemerintah dan tidak terkatung-katung lagi seperti sebelumnya,” Harapnya.

Arif Maulana mengaku bahwa kejadian rumahnya roboh sudah lama. “Dalam tahun ini sudah tiga kali roboh, pertama Tanggal 17 Januari 2020, kedua tanggal 5 April 2020 dan terakhir tadi malam,” Bebernya.
“Semoga pejabat pemerintah segera merealisasikan bantuan untuk renovasi rumah saya tersebut, seperti apa yang pernah diajukan atas arahan dari kelurahan. Semoga semuanya bisa berjalan lancar,” Pungkasnya. (End/Aj)
Editor: Endi







