Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeHukum & Kriminal

Soal Transmart, Sabilillah: “Penebangan Pohon Adalah Kesalahan Fatal”

×

Soal Transmart, Sabilillah: “Penebangan Pohon Adalah Kesalahan Fatal”

Sebarkan artikel ini

Proyek Transmart di Jalan KH.Abdullah bin Nuh, Bogor Barat, kota Bogor

Kota Bogor – Bogor Update

Kasus penebangan pohon yang dilakukan pihak Transmart di Jalan KH. Abdullah bin Nuh, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor disorot berbagai kalangan.

 

Salah satunya, Sabilillah selaku Pemerhati Lingkungan yang mengaku sangat prihatin terhadap tindakan ceroboh yang dilakukan pihak penebang pohon tersebut (Transmart-red). “Saya sangat prihatin, betapa angkuhnya pembangunan perkotaan yang mengabaikan kelestarian lingkungan hidup,” ucapnya, Selasa (01/05/18)

 

Sabilillah menyampaikan pesan kepada semua pihak supaya dapat memperhatikan kondisi eksisting sebelum pembangunan. Terutama dengan menghindari terjadinya tindakan pengrusakan fungsi ekologis.

 

“Penebangan pohon-pohon adalah kesalahan fatal, sebab, untuk penanganan pohon agar bisa hidup membutuhkan waktu cukup lama. Demikian pula dengan penggantian ribuan pohon itu mudah di ucapkan oleh lidah tak bertulang, akan tetapi pada praktiknya tidak semudah membalikan telapak tangan. karena semua itu tidak akan bisa mengembalikan fungsi ekologis yang sudah tercipta sebelumnya,” pesan Sabilillah.

 

Dirinya tak hanya menunjuk kecerobohan yang telah terjadi di sekitar area pembangunan Transmart. Melainkan pula mengingatkan atas kecerobohan – kecerobohan serupa yang pernah terjadi sebelumnya oleh pihak – pihak yang zolim terhadap linngkungan hidup. “Pohon juga mahluk hidup, maka hindari perbuatan zolim lagi. Apalagi diperkotaan sudah seperti ‘hutan beton’ akibat angkuhnya pembangunan dan keserakahan,” ajaknya.

 

Sabilillah berharap kepada khalayak banyak untuk tidak lagi menganggap remeh keberadaan pohon. “Sebab, fungsi pohon sangatlah berguna bagi kehidupan manusia yang ada disekitarnya. Ayo selamatkan pohon dan hindari karma, sebab hendak kemana lagi warga di muka bumi ini apabila kelak alam marah, bukankah sudah banyak karma bencana yang terjadi akibat kecerobohan manusia itu sendiri,” imbuhnya. (Sep)

 

 

 

 

Editor : Endi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *