Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNewsPemerintahan

Stabilisasi Harga Cabe, DKPP Kota Bogor Siapkan GPM Di Sejumlah Pasar

×

Stabilisasi Harga Cabe, DKPP Kota Bogor Siapkan GPM Di Sejumlah Pasar

Sebarkan artikel ini

Kota Bogor, BogorUpdate.com
Dalam rangka stabilisasi harga cabe yang cenderung meningkat maka Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor menyiapkan Gelar Pangan Murah (GPM) di sejumlah daerah selama bulan Maret. Kali ini, operasi GPM digelar di Pasar Anyar (Pasar Kebon Kembang), Kota Bogor, pada Sabtu (13/3/21).

Kasi Distribusi Pangan DKPP Kota Bogor Susworo mengatakan, giat GPM ini merupakan program dari Kementerian Pertanian (Kementan) yang difasilitasi oleh Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) bersama Dinas DKPP Kota Bogor untuk menstabilkan tingginya harga kebutuhan pokok, khususnya harga cabai rawit.

“Giat GPM ini dilakukan karena akhir-akhir ini terjadi lonjakan harga pangan, khususnya untuk menstabilkan harga komoditas yang naik hingga menembus Rp120 ribu per kilogram (kg) harga cabai rawit,” ujarnya saat dijumpai di Pasar Anyar, Sabtua (13/3/21).

Ia menambahkan, Giat ini pun dilakukan dalam rangka membangun kesadaran antara produsen dengan konsumen untuk sama-sama menstabilkan harga.

“Hari ini kita lakukan operasi pangan (murah) dalam rangka membangun kesadaran antara produsen dengan konsumen untuk sama sama menstabilkan harga,” sebut Susworo saat di Pasar Anyar, Kota Bogor.

Dalam operasi ini, pihaknya menjual cabai rawit merah seharga Rp 38.000 per-1/2 Kg, sedangkan cabai merah keriting Rp 25.000 per-1/2 Kg. Susworo mengimbau warga yang ingin mendapatkan harga pangan murah agar mendatangi bazar (operasi GPM) yang dijadwalkan oleh pemerintah, atau di Toko Mitra Tani (TMT).

Sesuai jadwal dari Kementan RI, operasi GPM untuk wilayah Kota Bogor digelar di Pasar Kebon Kembang (Pasar Anyar) pada tanggal 13-14 dan 27-28 Maret 2021. Sedangkan di Pasar Sukasari akan dilaksanakan pada 17-18 Maret dan di Pasar Bogor pada 21-22 Maret.

Kasubag Humas Perumda PPJ Iwan Arif Budiman menyebutkan, harga cabe rawit di Kota Bogor pada bulan Maret mencapai rata rata Rp 110ribu/ Kg, sedangkan untuk harga cabai rawit hijau mencapai Rp 60ribu/ Kg.

Kenaikan harga cabai ini disebabkan oleh cuaca ekstrem yang menyebabkan peningkatan serangan OPT, kerusakan tanaman, dan banjir di beberapa wilayah sentra produksi sehingga pasokan cabai rawit berkurang.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan RI Prihasto Setyanto mengungkapkan, berdasar data series produksi 5 tahun terakhir, produksi cabai rawit pada bulan Desember-Februari adalah bulan waspada karena produksi cenderung menurun dibanding bulan lainnya.

“Untuk saat ini, adanya cuaca ekstrim (La Nina) semakin menyebabkan produksi terganggu. Seperti bunga rontok menyebabkan gagal berbuah,” sebut dia dalam siaran pers Kementan RI.

Direktur Utama Perumda PPJ Muzakkir berharap operasi gelar pangan murah ini bisa menstabilkan harga pangan agar tidak terjadi fluktuatif. Karena, fluktuasi pasokan dan harga komoditas pangan dapat mempersulit kebutuhan warga.

“Diharapkan kehadiran PMT/TTIC di masyarakat mampu menstabilkan gejolak harga pangan yang dihadapi pemerintah dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan,” harap dia.

 

 

 

 

 

 

(Rie/Bing)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *