Kota Bogor – Bogor Update
Bakal Calon Walikota Bogor dari PDI Perjuangan Sugeng Teguh Santoso (STS) sambangi warga Kampung Keramat RT 01/ RW 04 Kelurahan Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah yang menjerit karena tidak mampu membayar biaya sekolah anaknya.
Dalam kunjungannya, STS memberikan bantuan kepada Wati Kustiawati untuk melunasi biaya pendidikan anaknya Shiva Putri Alipya yang saat ini duduk di kelas IX SMP N 12 Kota Bogor.
“Saya bantu dulu supaya ibu ini bisa melunasi biaya yang harus di bayar, tapi saya juga akan minta penjelasan ke pihak sekolah, apa saja komponen yang termasuk dalam pembayaran itu, karena semua pembiayaan SMP itu sudah di tanggung pemerintah artinya tidak lagi membebani para orang tua,” kata STS.
Bacalon Walkot Bogor yang akrab di sapa bapak berpeci hitam itu menambahkan, bahwa dirinya berjanji akan membiayai sekolah Shiva hingga SMA.
Menyikapi banyaknya pungli yang berkedok iuran dengan dalih, atas kesepakatan orang tua murid dan Komite Sekolah, Politisi pembela wong cilik itu mengatakan, hal tersebut merupakan penomena lingkaran setan untuk kesejahteraan guru.
Pada satu sisi kata dia, guru di tuntut jadi dewa atau guru tanpa jasa, tapi untuk kesejanteraanya sangat jauh terlebih bagi para honorer. Karena ada yang hanya di gaji Rp600 ribu, makanya banyak yang ngajar di dua sekolah dan itupun tidak mencukupi untuk kesejahteraannya.
“Makanya mensiasati dengan mengadakan iuran, sebenarnya Komite yang ada jadi alat sekolah atau aspirasi para orang tua, penomena lingkaran setan kesejahteraan guru, PR saya sebagai Calon Wali Kota,” tegasnya.
Sementara Wati Kustiawati yang tiada lain adalah ibu dari Shiva Putri Alipya mengatakan, dirinya harus membayar iuran di atas satu juta rupiah.
“Saya sudah ke sekolah, dan minta kwitansi sebagai bukti kewajiban pembayarannya, tapi sama guru hanya diperlihatkan tidak boleh di bawa, di fotopun tidak boleh,” ujarnya.
Masih kata dia, pembayaran itu untuk berbagai kegiatan mulai biaya Ujian hingga pengadaan komputer.
“Katanya SMP 12 itu tidak punya komputer untuk pembelajaran siswa siswi dan saat ini masih pinjam, dan uang itu untuk membeli komputer dan kegiatan lainnya misalnya ujian,” jelasnya. (As)
Editor: Tobing
