Bogor, BogorUpdate.com, Wabah superflu menghantui masyarakat Bogor. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat ada 64 orang yang terpapar virus influenza A H3N2 ini dengan jumlah kasus terbanyak ada di Jawa Timur, Kalimantan dan Jawa Barat.
Melihat perkembangan wabah ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor langsung mengambil langkah cepat dengan melakukan pemantauan tren kasus pneumonia dan influenza like illness atau ILI. Pantauan ini dilakukan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) serta pelaporan dini dari fasilitas pelayanan kesehatan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Bogor Bai Kusnadi, Selasa (6/1/2025) mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan imbauan kepada seluruh rumah sakit dan puskesmas yang ada di kota hujan agar terus memantau dan melaporkan apabila menemukan kasus atau klaster yang diduga karena wabah superflu ini.
“Kami juga terus berkoordinasi dengan kementerian dan Dinkes Jawa Barat untuk mengetahui perkembangan wabah ini,” kata dia kepada awak media.
Di sisi lain, ia tetap mengimbau masyarakat tidak panik apabila mengalami gejala flu. “Tetap terapkan pola hidup bersih dan sehat. Cukup istirahat, rutin mencuci tangan, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menggunakan,” kata dia.
Apabila gejala belum membaik, ia mengimbau masyarakat agar memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit apabila mengalami gejala influenza.
Sementara, Dinkes Kabupaten Bogor terus melakukan koordinasi dengan Dinkes Jawa Barat terkait jumlah penderita superflu yang dirilis Kemenkes RI. Namun, Kadinkes Kabupaten Bogor dr. Fusia Meidiawaty memastikan bahwa hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan apakah wabah ini sudah masuk ke wilayahnya.
“Kami masih belum mendapatkan BNBA (by name by address) kasus Super Flu tersebut dari Kementerian Kesehatan,” terang dia.
Meski begitu, pihaknya tetap melakukan langkah pencegahan, salah satunya dengan mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat agar selalu menggunakan masker saat berada di pusat keramaian. “Kalau mengalami gejala flu gunakan masker, baik di luar maupun di dalam rumah,” imbau dia.
Superflu merupakan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang disebabkan oleh virus Influenza Tipe A H3N2 Subclade Kz. Berdasarkan laporan Kemenkes, penularan virus ini relatif lebih cepat dibandingkan influenza biasa.
Namun, Kemenkes menyampaikan bahwa superflu bukan penyakit baru, melainkan istilah populer untuk lonjakan kasus influenza dengan tingkat penularan yang lebih cepat.
Virus ini menyebabkan gejala yang umumnya mirip dengan flu biasa, seperti demam, batuk, pilek, nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan, namun pada kelompok rentan gejala dapat berlangsung lebih berat.
Sementara, menurut World Health Organization (WHO) dan Epidemiologi Nasional varian superflu tidak lebih parah dibandingkan influenza musiman biasa.(ayu/pr/*)







