Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNewsPendidikan

Takziah ke Kediaman Siswa SMK Korban Pembacokan, Rudy Susmanto Berharap Kekerasan di Dunia Pendidikan Tidak Terulang

×

Takziah ke Kediaman Siswa SMK Korban Pembacokan, Rudy Susmanto Berharap Kekerasan di Dunia Pendidikan Tidak Terulang

Sebarkan artikel ini

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto, saat tazkiah ke rumah duka AS korban pembacokan, di Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Sukaraja, BogorUpdate.com – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto merasa sangat prihatin atas tindak kekerasan yang menyebabkan seorang siswa salah satu SMK swasta di Kota Bogor, berinisial AS, warga Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor meninggal dunia.

Hal itu diungkapkan Rudy Susmanto usai menyempatkan diri bertakziah ke rumah duka, di Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, pada Sabtu 11 Maret 2023 lalu.

“Anak-anak ini punya masa depan, dan pendidikan menjadi salah satu ikhtiar kita bersama untuk menjadikan masa depan mereka menjadi lebih baik,” ujar Rudy Susmanto, Senin (13/3/23).

Apalagi, kata Rudy sapaan akrabnya itu, almarhum AS dikenal sebagai sosok anak baik dan penurut. Keluarganya, sangat mendukung AS meraih cita-cita.

Siswa yang baru duduk di Kelas 10 SMK itu memilih jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) untuk meraih mimpinya menjadi seorang Insinyur.

“Tentu keluarganya sangat berduka, dan mewakili lembaga DPRD Kabupaten Bogor, Kami menyampaikan turut berduka. Semoga AS mendapatkan tempat terbaik, dimuliakan oleh Allah SWT. Kami juga mendoakan keluarga diberi kesabaran menghadapi ujian berat ini,” kata Rudy Susmanto.

Rudy berharap, meskipun sangat kecewa marah, peristiwa tersebut tidak berbuntut panjang dan menyisakan dendam antar teman-teman di tempat korban sekolah dengan siswa di sekolah pelaku. Kekerasan, kata Rudy, tidak akan pernah menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah.

“Anak-anak ini punya masa depan, maka kita harus memastikan pendidikan berjalan dengan baik. Jangan ada dendam, dan jangan sampai ada lagi korban,” katanya

Oleh karena itu, Rudy meminta agar aparat penegak hukum menangani kasus ini dengan mengedepankan rasa keadilan bagi semua pihak, terutama untuk keluarga korban. Ia juga meminta pihak penyelenggara pendidikan melakukan evaluasi secara sungguh-sungguh agar peristiwa serupa tidak lagi terjadi.

“Dan bicara kondisi hari ini, kita jangan lagi bicara ini kewenangan provinsi, jangan bicara ini kewenangan Kabupaten, ini tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *