BOGORUPDATE.COM – Guna menangkal penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di waktu musim kemarau maupun musim hujan, Pemerintah Desa Puspasari Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor, gencar melakukan penyuluhan kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik), bertempat di Posyandu RW 06, Kamis (05/09/2019).
Usai mendapatkan penyuluhan, puluhan kader jumantik ini diminta melakukan sosialisasi ke masyarakat yang kebetulan bertempat di RW 06 terdiri dari 2 RT dan 150 Kepala Keluarga (KK) yang ada di Desa Puspasari.
Kepala Desa Puspasari, Sukasna mengatakan penyuluhan ini guna memerangi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) lewat gerakan kader Jumantik.
“Program rutin ini kita lakukan setiap bulannya. Tujuannya agar kader bisa menyosialisasikan kepada warga dan bisa mandiri dalam melakukan antisipasi berkembangnya jentik-jentik nyamuk penyebab penyakit demam berdarah,” katanya kepada bogorupdate.com, usai kegiatan.
Sukasna menambahkan, usai pemaparan dari pihak Puskesmas Citeureup, para kaderpun langsung mengecek kondisi lungkungan yang terindikasi menjadi sarang nyamuk.
“Bak mandi menjadi target pengecekan para kader dengan memberikan obat penangkal jenis Abate yang sudah disediakan pihak puskesmas,” terang Sukasna yang terus mendampingi para kadernya.
Sementara itu, Ibnu selaku Petugas Puskesmas Citeureup, menjelaskan jika program ini sesui intruksi Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bogor, dengan membentuk kader-kader jumantik setiap RT RW tingkat desa. Para kader dilatih agar mampu mengurangi penyakit DBD akibat gigitan nyamuk.
“Cara pencegahannya dengan melakukan pola hidup sehat seperti 3 M plus, menutup, menguras, mengubur,” tukasnya. (Asep Bucek)
Editor : Endi
