Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNewsPemerintahan

Terdapat 47 PDP, Ini Imbauan Dirut RSUD Kota Bogor Kepada Masyarakatnya

×

Terdapat 47 PDP, Ini Imbauan Dirut RSUD Kota Bogor Kepada Masyarakatnya

Sebarkan artikel ini

dr Ilham Chaidir, MARS, Direktur Utama (Dirut) RSUD Kota Bogor (foto/Net)

Kota Bogor, BogorUpdate.com
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, Jawa Barat, mencatat, terhitung hingga pada hari ini ada sebanyak 47 orang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang diketahui positif virus Corona (Covid-19).

Hal itu disampaikan langsung oleh Direktur Utama (Dirut) RSUD Kota Bogor, Dr. Ilham Chaidir dalam imbauannya.

“Saya menginfokan, bahwa pasien dalam pengawasan yang kami rawat berjumlah 47 orang terhitung sejak pagi ini,” kata Ilham kepada wartawan, Rabu (08/4/20).

Menurutnya, jumlah pasien positif Covid-19 akan terus meningkat dari hari ke hari. Dan puncak dari kasus virus Corona ini akan terus terjadi dalam beberapa pekan kedepan.

“Oleh karena itu, saya mengharapkan kerja sama dari seluruh masyarakat Kota Bogor khususnya yang kuat dan tabah,” ujarnya.

Chaidir juga meminta, kepada masyarakat kota hujan itu agar selalu menerapkan Social Distancing (JarakSosial-red) dengan menjaga jarak 2 meter dari orang ke orang. Selain itu, saat shalat di masjid diharapkan tidak dengan gerombol harus tetap mengedepankan menjaga jarak satu sama yang lainnya.

“Dalam saat salat berjamaah pun diharapkan tetap jaga jarak shaf,” harapnya.

Adapun, lanjutnya, masyarakat Kota Bogor pun diminta tetap memakai masker yang dilapisi tissu pada bagian dalamnya. Sehingga, penyebaran virus corona yang kian hari semakin memprihatinkan dapat dicegah hingga memutus mata rantai penyebarannya.

“Untuk masker itu bisa dibuat sendiri dengan dilapisi tissu didalamnya yang mana, masker buat dari bahan itu bisa digunakan beberapa kali cukup dengan dicuci setiap harinya,” paparnya.

Tak lupa, sambungnya, warga Kota Bogor juga bisa selalu mencuci tangan dengan hand sanitizer. Menurutnya, kalau tidak ada gel cuci tangan praktis itu, masyarakat dapat melakukan cuci tangan memakai sabun.

“Selain itu, kami berharap masyarakat tetap tinggal dirumah, karena tetap tinggal dirumah kontak dengan orang ke orang akan mengurangi kemungkinan terjadinya infeksi dari cairan atau droplet yang dikeluarkan melalui orang yang bicara atau dari orang yang batuk maupun bersin yang menempel di benda-benda,” jelasnya.

Lebih lanjut ia memaparkan, transmisi infeksi bisa terjadi melalui uang, maupun benda yang dipegang.

“Karena kita tidak bisa menjamin bahwa benda itu bebas dari virus corona. Oleh karena itu, saya mengimbau mari kita bersama-sama mengikuti semua apa yang diperintahkan oleh pemerintah pusat maupun daerah dalam memutus mata rantai virus Covid-19,” pungkasnya. (Nr/End)

 

 

 

 

Editor : Endi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *