Titiek Soeharto Puji Inovasi Balai Riset Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan. (Abizar/Bogorupdate)
Kota Bogor, BogorUpdate.com – Anggota Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, bersama Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi, melakukan kunjungan kerja spesifik ke Balai Riset Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan, Selasa (31/3/26).
Kunjungan yang berlangsung di kawasan Sempur, Kota Bogor ini bertujuan untuk meninjau langsung berbagai inovasi yang telah dikembangkan, sekaligus menyerap aspirasi terkait kendala yang dihadapi di sektor perikanan budidaya.
Dalam keterangannya, Titiek Soeharto menyampaikan apresiasi terhadap berbagai inovasi yang dipamerkan oleh balai riset tersebut. Salah satu yang menjadi perhatian adalah alat pengasapan ikan lele dan berbagai jenis ikan lainnya yang dinilai sangat membantu para pembudidaya.
“Alat ini sangat bermanfaat, terutama bagi pembudidaya yang tidak memiliki fasilitas freezer. Dengan alat ini, ikan tetap bisa diawetkan dan dipasarkan,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar alat pengasapan tersebut dapat diproduksi lebih banyak dan didistribusikan sebagai bantuan kepada para pembudidaya ikan, mengingat biaya pembuatannya relatif murah namun memiliki nilai guna yang tinggi.
Selain itu, Komisi IV juga menyoroti inovasi pakan ikan berbasis bioflok yang dinilai mampu mempercepat masa panen dengan biaya yang lebih terjangkau.
Tak hanya itu, berbagai produk olahan hasil perikanan yang dipamerkan juga dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kebutuhan dapur rumah tangga.
Di sisi lain, dalam kunjungan tersebut terungkap adanya kekurangan signifikan tenaga penyuluh perikanan di Indonesia.
Saat ini jumlah penyuluh tercatat kurang dari 4.000 orang, sementara kebutuhan ideal mencapai sekitar 12.000 orang.
Menanggapi hal itu, Komisi IV DPR RI berkomitmen untuk mendorong kementerian terkait agar meningkatkan jumlah tenaga penyuluh.
Keberadaan penyuluh dinilai sangat penting dalam mendampingi para pembudidaya dan nelayan di berbagai daerah.
“Kami akan mendorong kementerian untuk menambah jumlah penyuluh perikanan karena peran mereka sangat dibutuhkan oleh para pembudidaya dan nelayan di seluruh Indonesia,” tegasnya.
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat dukungan terhadap pengembangan inovasi di sektor perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha budidaya di Tanah Air. (Abizar)







