
Cigombong – Bogor Update
Setelah berhasil meraih prestasi dalam berbagai perlombaan di tahun-tahun sebelumnya, di tahun 2018 ini Pemerintah Desa Tugu Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kembali mengukir prestasi gemilang dengan meraih predikat sebagai Desa Terbaik 1 Pancaniti Apik Kabupaten Bogor tahun 2018, menyisihkan 416 desa di Kabupaten Bogor. Menurut Kepala Desa Tugu Jaya, keberhasilan yang diraihnya itu berkat kerjasama yang baik serta peran serta aktif dari jajarannya.
“Alhamdulillah, di tahun 2018 ini desa tugu jaya kembali meraih juara dalam lomba desa dengan menyandang predikat sebagai desa terbaik 1 dalam Anugerah Pancaniti Apik Kabupaten Bogor tahun 2018. Keberhasilan ini tentunya tidak terlepas dari dukungan masyarakat, kerjasama yang baik serta peran serta aktif para staf kami”, ujar Sugandi Sigit, Kades Tugu Jaya, di ruang kerjanya, Selasa (16/04/18).
Lebih lanjut Sigit menjelaskan, program Anugerah Pancaniti Apik itu pertama ada di Indonesia, dan pertama diselenggarakan di Kabupaten Bogor. Sehingga prestasi yang diraihnya itu sebagai suatu kebanggan besar khususnya secara pribadinya sebagai Kepala Desa. Sigit menuturkan berbagai tahapan dalam proses penilaian dalam lomba. Disebutkannya, para peserta harus memenuhi lima kriteria penilaian yang diujikan oleh sejumlah tim penilai.
“Setelah melalui empat tahap penilaian, kami bersama sembilan desa finalis lainnya mengikuti penilaian puncak di Bappeda Litbang dengan tim penguji independen yang terdiri dari sembilan orang profesor dan doktor. Pada kesempatan itu, finalis diberikan kesempatan ekspose program tahun 2018 dan evaluasi program tahun 2017 selama 10 menit. Setelah itu kami diberikan pertanyaan oleh tim penilai. Dan Alhamdulillah desa kami terpilih menjadi pemenang”, jelasnya.
Satu minggu setelahnya, lanjut Sigit, desanya kembali dipercaya untuk mengikuti lomba PKK dan lomba Desa tingkat Kabupaten. Menutup perbincangan, Sigit mengajak kepada para kepala desa di Kecamatan Cigombong khususnya, dan para kepala desa di Kabupaten Bogor, untuk berperan serta aktif dalam berbagai moment perlombaan yang digelar oleh pemerintah. Bukan sebagai ajang persaingan, namun sebagai media untuk mengukur sampai sejauh mana keberhasilan program desa serta untuk memicu maksimalnya pelayanan kepada masyarakat. (Raden/Sep)
Editor : Endi







