Bojonggede, BogorUpdate.com – Aparat kepolisian memberikan satu unit motor dan membelanjakan Sudrajat (49) sejumlah barang-barang sebagai permintaan maafnya, usai memukuli dan memfitnahnya menjual es gabus berbahan spons di Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Sabtu, (24/1/2026) lalu.
Berdasarkan pantauan BogorUpdate.com di lokasi pada Selasa (27/1/2026) pukul 23.15 WIB, satu unit motor dan sejumlah barang-barang seperti televisi, lemari, kipas angin, kulkas, hingga gerobak berdatangan ke kontrakan kecil yang dihuni Sudrajat di Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.
Sudrajat menjelaskan, barang-barang itu merupakan pemberian dari kepolisian Jakarta Pusat, Polres Metro Depok, hingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.
“Saya abis belanja dari Pasar Depok Lama, ini dari orang-orang yang sudah mukuli saya. Tapi, sudah saya maafkan,” ujar Sudrajat kepada BogorUpdate.com saat ditemui.
Selain itu, kata Sudrajat, dirinya pun diberikan kesempatan untuk umrah bersama istrinya pasca kejadian viral tersebut.
“Iya bersama istri saya umrah,” katanya.
Sudrajat yang berjualan es gabus keliling sejak 30 tahun lalu itu mengaku telah ikhlas menerima kejadian tersebut meskipun bahu dan pipinya masih sakit usai kena pukul aparat.
“(Kondisi) sekarang alhamdulillah sehat, tapi masih agak sakit di bawah mata dan bahu memar karena dipukul dua orang,” bebernya.
Bahkan, lanjut dia, ayah lima anak itu saat ini hanya ingin fokus kembali berjualan untuk menafkahi keluarganya dan segera punya rumah baru.
Mengingat, rumah Sudrajat masuk dalam program Pemkab Bogor, yakni dengan adanya tanda Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di bagian depan pintu.
“Anak saya lima, empat berhenti sekolah karena ga ada biaya, yang masih sekolah anak terakhir SD kelas 2. Intinya saya sudah maafkan, ga mau (bawa ranah hukum),” tutupnya. (Erwin)







