Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHukum & KriminalPeristiwa

Warga Perumahan Adiwira Persada Cibinong Digegerkan Penemuan Mayat

×

Warga Perumahan Adiwira Persada Cibinong Digegerkan Penemuan Mayat

Sebarkan artikel ini

Cibinong, BogorUpdate.com
Warga perumahan Adiwira Persada, Kelurahan Naggewer, Kecamatan Cibinong digegerkan dengan adanya sesosok mayat berjenis kelamin pria yang telah membusuk didalam sebuah rumah, pada Jumat (30/10/20).

Menurut ketua RT 02 RW 013 setempat, Mita Sasmita mengatakan jika mayat yang ditemukan didalam sebuah rumah di tempatnya tinggal itu diketahui bernama Iman.

Menurutnya, kejadian ini awalnya diketahui oleh anaknya korban bernama Puput yang masih berumur 11 tahun sekitar pukul 09.30 WIB pagi tadi.

“Mengetahui bapaknya sudah meninggal anaknya yang masih berumur 11 tahun bernama Puput melapor ke anak tetangga yang lain,” akunya.

Ia menjelaskan, atas laporan dari anak korban itu warga setempat langsung mencoba masuk ke rumah korban. Disitulah, sambungnya, baru ketahuan bahwa laporan itu benar dan korban sudah mengeluarkan bau tak sedap serta dalam keadaan terlentang bagian ruang tamu dari rumah korban tersebut.

“Jadi pada saat itu kami dengan warga yang lain menemukan korban dalam keadaan terbaring di bagian ruang tamu,” jelasnya.

Sementara itu, Lurah Nanggewer, Kecamatan Cibinong. Eva Fauziah menambahkan, atas dasar itu pihaknya telah berkordinasi dengan tim Sibat PMI Kelurahan Nanggewer untuk membantu dalam melakukan evakuasi terhadap korban.

Menurut dia, selain berkordinasi dengan para ketua RT sekitar agar segera menyediakan disinpektan untuk melakukan penyemprotan di lokasi saat proses evakuasi korban.

“Selain saat pihak kami berkordinasi dengan tim Sibat PMI Kelurahan Nanggewer, kami juga intruksikan agar proses evakuasi tetap mematuhi Protokol Kesehatan,” jelasnya.

Lurah Eva juga menyebut, untuk penyebab dari meninggalnya Iman diduga lantaran mempunyai penyakit yang idap sejak setahun lalu. Dan menurut keterangan anak korban, lanjutnya, terakhir sarapan bersama korban pada Minggu 25 Oktober lalu.

“Terakhir korban sarapan bersama anaknya bernama Puput (11) itu pada hari minggu lalu. Dan setelah kita sampai di TKP, keadaan korban sudah membusuk diperkirakan sudah hampir tiga atau empat hari telah meninggal dunia,” tutupnya.

 

 

 

 

(Rul/B.I/Bing)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *