
Nasional – Bogor Update
Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan eksekutif mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Indonesia (BEM-PTMI) melakukan aksi unjuk rasa di depan istana negara jakarta, Jumat (27/4/18).
Aksi tersebut merupakan bentuk kritikan mahasiswa terhadap 20 tahun perjalanan reformasi di negeri ini dimana masih banyak persoalan yang kompleks.
Koordinator lapangan, Okta dari Universitas Muhamadiyah Surakarta mengatakan, bahwa perjalanan panjang reformasi sekarang sangat jauh dari cita-cita reformasi 20 tahun silam.
“Apa yang menjadi tuntutan reformasi dulu itu tidak dijalankan dengan baik oleh pemerintah, salah satunya penumpasan korupsi dan kriminalisi mahasiswa yang masih di pertontonkan di negeri ini ” Pungkasnya.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Pusat BEM PTMI Rahmat Syarif (Universiyas Muhammadiyah Jakarta) mengatakan bahwa pemerintah seharusnya menjalankan dengan baik apa yang menjadi cita-cita reformasi.
“Penegakkan supremasi hukum harus dijalankn oleh pemerintah, namun hari ini hukum masih tetap tumpul ke atas dan tajam ke bawah.” ujarnya
lanjut sarif, Belum lagi masalah nota kesepakatan antara Polri dan TNI, jelas ini arahannya ke dwi fungsi ABRI gaya baru seperti yang terjadi di era orde baru dulu. Dia pun menegaskan bahwa pihaknya akan terus menyuarakan aspirasi masyarakat dan mengkritik setiap kebijakan pemerintah yang di nilai merugikan rakyat.
“Kami akan tetap konsisten dalam mengawal dan mengontrol setiap kebijakan pemerintah yang merugikan rakyat.” Tegas Syarif di lokasi. (Iksan)
Editor : Endi







