BogorUpdate.com – Kontingen Kota Bogor menempati posisi kedua (runner up) perolehan akhir medali cabor panjat tebing Porda XIII Jawa Barat 2018 dengan mengumpulkan tujuh medali emas, dua perak, dan tujuh perunggu.
Posisi pertama ditempati tuan rumah Kabupaten Bogor dengan perolehan tujuh medali emas, enam perak, sebelas perunggu. Peringkat ketiga Kabupaten Karawang dengan tiga emas, dua perak, lima perunggu.
Perebutan juara umum cabor panjat tebing berjalan sengit. Bahkan, hingga Sabtu siang (13/10/18), Kota Bogor masih memimpin perolehan medali dengan tujuh emas, dua perak, empat perunggu, sementara Kabupaten Bogor empat emas, empat perak, dan sepuluh perunggu.
Tuan rumah menambah tiga medali emas dari nomor boulder perorangan putra, dan speed klasik perorangan putra dan putri.
Meski belum berhasil meraih gelar juara umum, manajer tim panjat tebing Kota Bogor Tedi Djamaludin mengapresiasi perjuangan Siti Robiah dkk.
“Kami atas nama ketua umum FPTI Kota Bogor bapak Deni Surya Senjaya bangga dengan hasil akhir yang diraih. Ini hasil maksimal yang dapat kita raih. Kami bangga,” ujar Tedi kepada para atlet di Wall Climbing Stadion Pakansari Cibinong
Masih kata Tedi, cabor panjat tebing mampu meraih medali emas melampaui target yang ditetapkan KONI Kota Bogor.
“Target dari KONI untuk panjat tebing adalah tiga emas, tapi bisa kita raih tujuh emas,” kata Tedi.
Tedi berpesan kepada para atlet untuk terus berlatih dengan penuh kedisiplinan. Karena kedepan masih banyak event yang harus dihadapi.
FPTI Kota Bogor akan terus menggenjot pembinaan atlet-atlet muda. Tedi berharap di Porda berikutnya panjat tebing Kota Bogor dapat meraih hasil yang lebih baik. (As)
Editor : Tobing
