
Nasional – BogorUpdate.com
Berbagai kalangan dan tokoh menghadiri acara ‘Ngopi Bareng KH. Nuril Arifin Husein’ yang bertemakan Jokowi bisa Kalah, di Pondok Pesantren Abdurrahman Wahid Soko Tunggal, Jalan Sodong Utara V, Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (19/7/18) malam.
Helatan itu dihadiri oleh Erros Djarot, KH. Wahid Maryanto, perwakilan dari Kantor Staf Presiden (KSP), dan Ketua Umum Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Maret Samuel Suaken. Acara yang di agendakan pukul 19.00 WIB itu baru dimulai sekira pukul 20.30 WIB.
Gus Nuril mengatakan, bahwa demokrasi di Indonesia itu tidak boleh membelah tetapi menyatukan bangsa sebagaimana jiwa di sila ke tiga Pancasila UUD 1945, negara ini bukan milik Jokowi atau Prabowo, hal ini akan menjadi pembantai bagi sesama masyarakat Indonesia.
“Semangat membelah inilah yang dikwatirkn karena akan menghalal kan sgala cara termasuk agama, padahal agama diturunkan untuk menebarkan cinta dan kasih sayang, bukan saling menciptakan perbedaan antar calon pilihan Presiden nya,” ujarnya kepada wartawan.
Demokrasi harus berketuhanan, berpancasila, dan berperikemanusiaan, harus menghargai satu sama lain apapun suku bangsa dan agama nya, boleh berkompetisasi namun jangan memecah belah bangsa.
Mensiasati hal tersebut, Gus Nuril memaparkan, bahwa harus diajarkan bagaimana caranya berbangsa dan bernegara, esensi roh Demokrasi Pancasila itu adalah demokrasi yang musyawarah.
“Kasih sayang landasan cintanya, persatuan Indonesia menjadi dasar utamanya, tujuan trakirnya adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, imbuh Gus Nuril. (Rie)
Editor : Tobing







