Cianjur, BogorUpdate.com – SMK Negeri 2 Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, terus mengembangkan inovasi pupuk organik cair (POC) sebagai upaya mengurangi sampah organik sekaligus mendukung pertanian ramah lingkungan. Program ini merupakan hasil kolaborasi dengan Sekolah Vokasi IPB University.
Kepala SMKN 2 Pacet, Andi Suhandi, mengatakan bahwa pengembangan POC ini memanfaatkan limbah sampah organik yang diolah menggunakan bioaktivator. Bioaktivator tersebut dibuat dari bahan alami seperti keong dan air cucian beras.
“Pengembangan pupuk organik cair ini juga melibatkan mahasiswa IPB University. Bioaktivator dari keong dan air cucian beras digunakan sebagai bahan utama POC, dan sudah diaplikasikan oleh siswa untuk tanaman edamame dan beberapa tanaman lainnya. Hasilnya sangat memuaskan,” ujar Andi kepada wartawan, Rabu (17/12/2025).
Ia menjelaskan, tanaman sayuran seperti kacang edamame telah menunjukkan hasil yang baik setelah menggunakan POC tersebut. Ke depan, pihak sekolah akan terus mengembangkan produksi bioaktivator dan pupuk organik cair sebagai produk unggulan sekolah.
“Bioaktivator ini merupakan bahan utama untuk membuat POC. Selain meningkatkan hasil pertanian, inovasi ini juga mampu mengurangi sampah organik, termasuk sampah yang dihasilkan oleh para petani,” jelasnya.
Andi menambahkan, SMKN 2 Pacet juga berencana menggandeng kelompok tani untuk memperluas penggunaan pupuk organik cair tersebut sekaligus membantu pemasaran produk.
Meski hak paten inovasi ini dimiliki oleh IPB University, pihak sekolah telah diberikan kepercayaan untuk mengembangkan dan mengimplementasikannya di lapangan.
“Ini merupakan langkah konkret kami dalam mengurangi sampah dan mendukung pertanian berkelanjutan. Harapannya, inovasi ini dapat memberikan manfaat luas bagi petani dan lingkungan,” pungkasnya.
