
BogorUpdate.com – Banyaknya program Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor yang dinilai gagal terus menuai sorotan dari banyak pihak, salah satunya dari Pengamat Kebijakan Publik Yusfitriadi.
Seperti diketahui, dalam dua tahun terakhir Dishub Kota Bogor mengeluarkan kebijakan penataan transportasi, diantaranya rerouting dan konversi angkutan kota (angkot).
Namun, dari dua program tersebut tak berjalam mulus, bahkan sebaliknya menimbulkan polemik berkepanjangan hingga terjadi demo besar-besaran sopir angkot trayek 01 jurusan Ciawi- Baranangsiang dan trayek 09 jurusan Sukasari – Warung Jambu.
Menyikapi hal itu, Yusfitriadi berpendapat bahwa program yang dijalankan Dishub tidak dilaksanakan melalui basis kajian dan persiapan yang matang. Sehingga saat program dijalankan malah menimbulkan permasalahan.
“Kalau kebijakan itu berbasis kajian, sangat minim terjadi permasalahan, apalagi hingga terjadi konflik pada pihak pihak yang menjalankan program tersebut,” kata Yusfitriadi, kemarin.
Ia melanjutkan, sebenarnya program konversi angkot itu sangat bagus sebagai upaya Pemkot Bogor melakukan pembenahan transportasi dam angkutan di Kota Bogor, tetapi kenyataannya program itu menuai permasalahan.
“Itulah sebuah bentuk kebijakan yang tidak pernah berbasis kajian yang komprehensif, sehingga berbagai suporting sistemnya belum disiapkan, implikasinya belum dipetakan, keberlangsungan programnya belum di desain, namun kebijakan sudah di ketuk palu dan harus dijalankan,” ucapnya.
Diakuinya, kalau model kebijakannya selalu seperti, maka tidak akan berimplikasi signifikan terhadap pembangunan kota, bahkan cenderung merugikan banyak pihak.
“Saya berharap model kebijakan seperti ini jangan dikembangkan, segera dihentikan. Apalagi sekelas Walikota Bima Arya yang studi di luar negeri, bagaimana kekuatan riset menjadi basis dalam setiap program pemerintah,” tegasnya.
Ia juga meminta disetiap program program yang dicanangkan oleh SKPD di pemerinahan Kota Bogor harus sudah berbasis kajian tersistematis.
“Harus sudah sistematis kajiannya sebelum dilounching program tersebut,” tandasnya. (As)
Editor : Tobing






