
Foto ketum JMA bersama pengurus saat memberikan alat bantu tulis
BogorUpdate – Seorang simpatisan mengkritik Jokowi Macan Asia (JMA) dengan mengatakankan JMA seperti bapak yang memberikan anaknya makan, seperti induk burung yang menyuapi anaknya.
Menanggapi hal diatas, Ketua Umum (Ketum) JMA Amin Minhan menuturkan, jangan menyamakan JMA seperti organisasi kebanyakan, berarti simpatisan itu tidak memahami spirit JMA yang dilahirkan oleh pendirinya.
“JMA bukan menghadirkan bapak yang memberikan anaknya makan, JMA tidak menghadirkan seperti induk burung yang menyuapi anaknya, namun JMA hadir seperti induk ayam yang mengajari anak-anaknya cara mengais, cara menceker untuk mendapatkan makanannya sendiri,” tutur Amin Minhan kepada Bogorupdate.com, Senin (10/12/18).
Ia menambahkan, JMA hadir sebagai perjuangan Bung Hatta yang tidak takluk pada kekuatan ekonomi penguasa, ekonomi penjajahan, namun harus disusun sebuah kekuatan ekonomi bersama, pada usaha bersama sebagai sebuah perekonomian rakyat, maka lahirlah sebuah inspirasi yaitu Perekonomian yang disusun sebagai usaha bersama berasaskan kekeluargaan.
“JMA sedang membangkitkan sebuah kekuatan bersama,bahwa bila kita rela berkorban berjuang bersama maka sebuah kekuatan besar akan terbentuk dari usaha bersama tersebut baik itu kekuatan moril maupun materil, sehingga tumbuh berkembang sebagai organisasi yang memiliki kemandirian,dapat membuka, menciptakan lapangan kerja serta berkarya dan mengkaryakan para anggotanya,” ungkap Amin Minhan.
Lanjutnya, jelas bahwa JMA bukanlah sebagai tim Cheerleader yaitu tim hore-hore untuk kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin saja, namun lebih daripada itu mempunyai tujuan Jangka Panjang yang ingin mensejahterakan para anggota nya serta Rakyat Indonesia melalui kekuatan kemandirian yang diprogramkan dalam 100 program JMA untuk Rakyat.
“JMA dengan kekuatan usaha bersama ini akan membuka, menciptakan lapangan kerja padat karya,serta mengkaryakan seluruh anggotanya beserta rakyat baik sebagai pelaku usaha maupun sebagai pemilik modal karya itu sendiri,” imbuh Ketum JMA.
Diakhir Amin Minhan menerangkan, bagi simpatisan yang belum pernah mendengarkan ceramah ia sebaiknya perlahan-lahan terus mengikuti binaan dan langkah-langkah JMA, dan bisa mengundangnya untuk sosialisasi sehingga memahami visi misi perjuangan JMA secara komprehensif dan menyeluruh sehingga tidak salah dalam menafsirkan perjuangan JMA.
” JMA adalah Salah satu organ relawan yg perjuangannya agak berbeda karena selain perjuangan jangka pendek untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin, perjuangan JMA adalah merebut kembali hak Rakyat Indonesia yaitu menguasai aspek ekonomi sebagai hak milik rakyat yang termaktub dalam UUD’45 pasal 33 yaitu Perekonomian Indonesia harus disusun sebagai usaha bersama berasaskan kekeluargaan,dan itu akan diperjuangkan dan direalisasikan JMA untuk Indonesia tercinta,bahwa sudah saatnya Rakyat Indonesia sebagai penguasa Negeri ini melalui kekuatan rakyat yang dibangun sebagai usaha bersama.Mari meraih mimpi besar tersebut melalui kekuatan Gotong Royong bersama JMA, Salam Perjuangan,” tandas Ketum JMA. (Rie)
Editor : Tobing







