Cibinong, BogorUpdate.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor memastikan wilayah Bumi Tegar Beriman aman dari kasus Campak sepanjang 2026.
Kepala Dinkes Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty mengatakan bahwa pihaknya sempat memberikan atensi terkait kasus Campak yang marak sebelum lebaran.
Musabab, kasus Campak di sejumlah wilayah Indonesia sempat melonjak. Namun, Fusia menegaskan bahwa Kabupaten Bogor aman dari Campak selama 2026 ini.
“Untuk 2026, kasus Campak di Kabupaten Bogor secara umum landai dan tidak ada peningkatan yang signifikan,” ujar Fusia kepada BogorUpdate.com saat dikonfirmasi via seluler, Jumat, (27/3/2026)
Fusia menyebut, kasus Campak pernah melonjak di Kabupaten Bogor pada 2025 lalu.
“Kondisi kasus Campak di Kabupaten Bogor mengalami peningkatan pada Agustus-September 2025, tetapi tidak terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) karena satu kasus dengan kasus yang lainnya tidak saling berhubungan,” paparnya.
Fusia menjelaskan, kasus Campak biasa menyerang pada kalangan anak-anak dari virus Morbilli.
“Bukan anak saja, tapi dapat terjadi pada siapa saja yang tidak memiliki kekebalan imun tubuh. Virus biasanya menyebar dengan sangat cepat melalui percikan air liur saat penderita batuk, bersin atau berbicara,” jelasnya.
Untuk gejalanya, kata Fusia, diawali oleh demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta munculnya ruam merah pada kulit wajah dan menyebar ke seluruh tubuh.
“Jika tidak ditangani dengan baik, Campak dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, diare berat, dan radang otak,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Fusia menghimbau kepada masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
“Penting juga imunisasi susulan bagi yang belum pernah divaksinasi Campak, serta lakukan Vaksin MR tiga kali pada usia 9-12 bulan, 18-24 bulan, dan usia 6-7 tahun,” tutupnya. (Erwin)







