Scroll untuk baca artikel
HomeOtomotif

Nissan Segera Lepas Serena Generasi Kelima, Ini Dia Fitur Menariknya

×

Nissan Segera Lepas Serena Generasi Kelima, Ini Dia Fitur Menariknya

Sebarkan artikel ini

 

Otomotif (BogorUpdate.com) – Nissan Motor Indonesia diperkirakan segera melepas Serena generasi kelima, yang dikenal di internal mereka sebagai Serena C27. Terlepas dari terlambat atau tidak mobil ini dipasarkan di Indonesia, Serena 2018 punya beberapa hal menarik yang tidak dimiliki pesaingnya. Simak di bawah ini.

 

Nissan ProPILOT

Nissan Serena yang pertama menggunakan fitur swakendali, diklaim oleh Nissan sebagai sebuah terobosan. ProPILOT mampu menggerakkan setir, pedal gas dan rem secara otomatis. Ini tentu berguna saat perjalanan jauh. ProPILOT, melalui sensornya mampu menjaga jarak dengan mobil depan, termasuk jika harus berhenti, sistem ini otomatis mengerem. Kemampuan lain, sebagai cruise control. Tapi yang hebat, sang pilot bisa menjaga agar mobil tetap berada di tengah jalur yang sedang dilalui, meski sedang berbelok.

 

ProPILOT mendapatkan input dari satu kamera yang dipasang di balik kaca spion dalam. Kamera ini begitu canggih, sehingga mampu menghitung jarak, dimensi mobil yang ada di depan serta marka jalan. Inilah yang kemudian memerintahkan pedal gas atau rem untuk bereaksi, plus memasang rem parkir elektrik kalau memang harus berhenti.

 

Menarik dan kompleks ya? Karena itu, kami sangsi kalau fitur ini ada di Serena yang dipasarkan di Indonesia nanti.

 

Nissan S-Hybrid

Ada dua versi Serena Hybrid. Yang pertama adalah Serena e-Power  (gambar atas) yang hanya dipasarkan di Jepang, dan S-Hybrid yang sudah meluncur duluan di Malaysia. Yang terakhir itu bukan barang baru. Pada 2012, mereka menghadirkan teknologi ini, dan lagi-lagi Serena produk pertama yang menggunakannya. Pada C27, Nissan juga memiliki varian S-Hybrid. Sistemnya masih sama seperti sebelumnya, tapi dengan berbagai peningkatan.

 

Sistem hybrid bukan sebagai pendamping mesin saat bergerak seperti mobil hybrid biasanya. Tapi lebih kepada alternator yang menyimpan daya listrik yang dihasilkan dari deselarasi atau pengereman. Kemudian listrik digunakan untuk menjalakan kelistrikan seperti menjalankan AC, fitur multimedia dan sebagainya. Energi listrik disimpan di baterai berukuran compact yang diletakkan di ruang mesin.

 

Apa efeknya? Ya tetap menghemat bahan bakar. Pada mobil biasa, listrik dipasok dari alternator yang menempel pada mesin dan digerakkan oleh puli. Saat mesin berputar, alternator ikut berputar. Ini jadi beban tambahan mesin. Belum lagi kalau ada kompresor AC. Tentunya bahan bakar jadi lebih boros.

 

Di samping itu, S-Hybrid juga bisa sedikit memberikan dorongan tenaga untuk membantu mobil berakselerasi, meski hanya sesaat. S-Hybrid disandingkan dengan mesin 2.0 liter MR20DD, yang sebetulnya sama seperti Serena sebelum ini. Sebetulnya ini fitur yang sangat membantu dan harusnya tidak ribet. Semoga saja NMI mau membawanya.

 

Kaca Belakang Bisa Dibuka

Bukan belakang samping, tapi kaca pintu bagasi. Repotnya mobil-mobil MPV kotak, pintu bagasi yang kelewat besar dan rendah. Mudah untuk memasukkan barang bawaan, tapi perlu usaha untuk membukanya.

 

Solusinya, Nissan memberikan kaca belakang yang bisa dibuka atau bahasa kerennya dual tailgate opening. Kaca ini besarnya lebih dari setengah pintu bagasi. Jadi akses untuk memasukkan barang masih tetap bisa diandalkan.

 

Sepertinya fitur ini jadi standar di semua Serena. Dan tidak ada alasan untuk tidak memasangnya di Serena Indonesia. Plus, ini bisa jadi daya tarik tersendiri karena di kelasnya tidak ada yang punya. (Bu)

 

 

 

 

Editor : Endi
Sumber : Oto.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *