BOGORUPDATE. COM – Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar pelatihan interdiksi terpadu bersama lima negara yang berlangsung di Pusat Pendidikan dan Pelatihan BNN, Lido, Kabupaten Bogor pada tanggal 25 Februari hingga 5 Maret 2019.
Kepala BNN Komjen Heru Winarko mengatakan, menjadi satu kesatuan untuk memberantas narkoba. Karena narkoba ini masalah internasional sehingga harus bekerjasama dengan negara lain untuk memberantas para sindikat narkoba.
“Kegiatan ini harus dilakukan untuk memerangi narkoba di Asia dan secara global. Terlebih untuk para agen dilapangan perlu mengikuti kegiatan ini, karena para jaringan ini tidak mengenal batas, sehingga dengan pelatihan ini dapat menciptakan jaringan yang kuat,” ujarnya disela-sela kegiatan.
Sementara itu, Humas dan Dokumentasi Biro Umum Settama BNN Kombes. Pol. Sulistyo Pudjo Hartono menuturkan, narkoba merupakan musuh terbesar dan PBB telah menyatakan bahwa seluruh bangsa di dunia ini harus memerangi narkoba untuk mempertahankan eksistensi manusia dapat di pertahankan.
“BNN sebagai leader dalam upaya pemberantasan penyalahan narkoba pada tingkat dosmetik, dalam negeri dengan 25 kelembagaan terkait dan kerjasama dengan luar negeri melaksanakan kegiatan pelatihan seperti saat ini. Karena banyak narkoba yang berasal dari luar negeri,” ujarnya.
Lanjutnya, pada pelatihan ini BNN memfasilitasi kepada 30 orang peserta yang merupakan perwakilan penegak hukum dari beberapa negara, di antaranya Laos, Fiji, Sri Lanka, Filipina, dan Timor Leste. Selain itu, ada perwakilan Bea-Cukai, Imigrasi, Polri, Kejaksaan, hingga Bakamla (Badan Keamanan Laut).
“Kita di sini kerja sama, saling tukar informasi, tukar pengalaman. Nanti ada juga instruktur dari United Nation Office on Drugs and Crime (UNODC), Australian Federal Police (AFP),” imbuh Sulistyo.
Dalam pelatihan ini, materi yang akan disampaikan kepada peserta meliputi situasi dan tantangan narkotika di Indonesia, kebijakan nasional di bidang pemberantasan, strategi kebijakan interdiksi, serta teknik penyelidikan berbasis IT dan analisis intelijen, operasi Interdiksi Terpadu, NPS, hand writing analysis in dishonesty, shooting Lesson hingga pelatihan teknik intelegent.
Nantinya, para peserta diklat akan mengunjungi pangkalan patroli laut bea-cukai di Tanjung Priok, CCP Room di KPU Bea-Cukai Tanjung Priok, serta kantor Pusat Bea-Cukai Rawamangun.(Rie)
Editor : Refer
